Workaholic Adalah : Pengertian, Ciri, Penyebab dan Cara Mengatasi

workaholic adalah

Workaholic adalah suatu kondisi yang rupanya banyak dialami oleh para pekerja, terutama mereka yang hidup di kota-kota besar.

Sering kali orang-orang yang seperti ini menjadi seorang yang workaholic berlarut-larut tanpa sadar secara perlahan-lahan.

Terutama saat pekerjaan cukup banyak menumpuk, dan ada rasa ingin menyelesaikan seluruh pekerjaan tersebut secara sempurna.

Tentu menjadi pertanyaan sebenarnya bagaimana mekanisme tersebut dapat terjadi dalam diri seseorang.

Supaya dapat membantu menjawab pertanyaan, berikut ini beberapa informasi menarik mengenai workaholic.

Mulai dari pengertian secara umum, ciri-ciri yang menyertai, penyebab, hingga cara untuk mengatasinya dengan mudah.

A. Pengertian Workaholic Adalah Berikut Ini

Istilah yang satu ini memang sudah tak asing lagi bagi kita semua terutama di dunia kerja.

Workaholic artinya pada dasarnya hampir sama dengan gila kerja atau pecandu kerja.

Maka setiap waktu dihabiskan oleh si workaholic untuk terus melakukan segala pekerjaan.

Namun sebenarnya dalam pandangan Islam, workaholic ini merupakan penyakit yang bisa membuat orang melalaikan segalanya.

Sebab seharusnya setiap orang dapat mengatur seluruh aktivitasnya agar bisa berjalan seimbang.

Maka tentu saja ada perbedaan yang jelas antara sikap workaholic dengan sikap seorang pekerja yang seharusnya dalam pandangan Islam.

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Atasan yang Tidak Menyukai Kita

B. Ciri Workaholic Adalah Seperti Yang Tertera Berikut Ini

1. Lebih Memprioritaskan Pekerjaan

Ciri utama dari seseorang yang merupakan workaholic yaitu tidak mengenal waktu dalam melakukan seluruh tugas dan pekerjaannya.

Sebab pekerjaan menjadi prioritas dalam hidup seseorang yang seperti ini.

Maka tentu saja tidak ada hal lain yang lebih penting selain daripada pekerjaan.

2. Dorongan Bekerja Begitu Besar

Kecanduan untuk bekerja juga bisa saja disebabkan oleh adanya dorongan yang begitu besar dalam diri seseorang.

Dorongan yang muncul dalam diri kemudian membuat seseorang menjadi workaholic.

Tanda-tanda dari hal ini antara lain adanya motivasi untuk terus bekerja tiada henti.

Bahkan motivasi tersebut muncul begitu besar dalam diri Anda sehingga tak ingin berhenti bekerja.

3. Kerja Menjadi Pelarian

Orang yang memiliki sikap suka bekerja tanpa tahu waktu juga memiliki ciri lain.

Ciri tersebut yaitu kerja menjadi suatu pelarian bahkan saat menghadapi sebuah masalah.

Orang yang seperti ini bila menghadapi masalah atau tekanan maka tidak berhenti untuk terus bekerja.

Sebab kerja sudah menjadi pelarian sehingga setiap saat orang yang workaholic akan selalu bekerja.

4. Sedikitnya Waktu Untuk Diri Pribadi

Hal lainnya yang juga menjadi tanda atau gejala dari seseorang bertipe workaholic adalah adanya sedikit waktu untuk dirinya.

Waktu untuk kehidupan baginya lebih baik dibuang dengan cara melakukan pekerjaan.

Tentunya orang yang seperti ini tidak dapat mencapai work life balance.

Sebab keseimbangan hidup tidak dapat dicapai karena adanya fokus yang berlebih pada pekerjaan.

Baca juga: Cara Menghadapi Bos Pelit 10 Tips Ini Bisa Banget Dipraktekkan

C. Penyebab Workaholic Adalah Seperti Berikut Ini

1. Keinginan Untuk Mendapatkan Uang Lebih

Workaholic adalah orang yang pada dasarnya mmerupakan pecandu kerja sehingga sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bekerja.

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk bekerja di sepanjang waktu.

Faktor penyebab utama pada dasarnya adalah keinginan seseorang untuk bisa mendapatkan uang secara berlebih.

Baginya kesempatan untuk memiliki harta berlebih hanya bisa diperoleh melalui karier dan kerja keras.

2. Sikap Yang Cenderung Perfeksionis

Kecanduan untuk terus bekerja juga bisa saja disebabkan oleh faktor penyebab lainnya.

Misalnya adanya sifat dan sikap perfeksionis yang ada dalam diri seorang pekerja.

Maka orang yang perfeksionis ini akan cenderung berusaha untuk mencapai hasil yang sempurna.

Jika ada sedikit kesalahan saja maka si workaholic akan mengulang pekerjaannya supaya semakin sempurna.

Dalam hal ini cara kerja workaholic berbeda dengan pekerja lainnya yang tidak perfeksionis.

3. Ingin Mendapatkan Penghargaan

Terkadang ada pula orang yang ingin mendapatkan suatu penghargaan tertentu.

Misalnya dalam bentuk pengakuan dari orang lain mengenai hasil kerja dan prestasinya.

Hal ini bisa saja membuat si workaholic cenderung semakin terpacu untuk terus bekerja tiada henti.

4. Suasana Dan Kondisi Yang Mendukung

Penyebab lain dari adanya sikap workaholic bisa juga karena suasana dan kondisi yang mendukung seseorang untuk menjadi demikian.

Keadaan yang seperti ini akan membuat seseorang tidak akan meluangkan waktu untuk hal selain bekerja.

Baca juga: Pengertian Stres Menurut Para Ahli dan 8 Faktor Penyebabnya

D. Mengatasi Dampak Workaholic Adalah Dengan Cara Berikut

Workaholic sudah tentu berdampak buruk baik bagi kesehatan fisik dan mental.

Sebab waktu untuk bekerja lebih banyak daripada waktu istirahat dan bahkan waktu untuk diri sendiri semakin berkurang.

Jika ada waktu istirahat pun biasnaya si workaholic akan meminta pekerjaan karena sikapnya yang cenderung kecanduan kerja.

Maka sebaiknya Anda bisa mengatur waktu dan mulai menghabiskan waktu untuk mengerjakan segala sesuatunya secara seimbang.

Misalnya dengan bekerja sesuai porsinya dan juga bisa beristirahat baik di siang hari maupun di malam hari.

Baca juga: 13 Cara Memperkuat Daya Ingatan dan Kecerdasan Seseorang

Secara umum workaholic adalah kondisi yang dari satu sisi tidak seburuk yang dibayangkan.

Hanya saja pada penerapannya sebaiknya usahakan supaya kondisi ini tidak berlarut-larut meliputi pikiran seorang pekerja.

Sehingga hidup menjadi lebih seimbang, dan kondisi psikologis juga dapat merasa jauh lebih tenang dan lebih baik.

Mengingat ada banyak dampak buruk yang terjadi apabila membiarkan sifat ini secara terus-menerus di dalam kehidupan.

Maka dari itu ada baiknya mencoba memahami penyebab dari kondisi ini sesuai informasi di atas dan segera lakukan cara untuk mengatasinya.

Dengan demikian maka resiko yang buruk dapat dihindari dan hasil yang lebih baik entah dalam pekerjaan maupun kehidupan juga dapat diperoleh maksimal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.