7 Penjelasan Teori Kepemimpinan Kontemporer Secara Lengkap

teori kepemimpinan kontemporer

Teori kepemimpinan kontemporer merupakan salah satu bentuk kepemimpinan yang saat ini banyak diterapkan di berbagai segi.

Sebagai salah satu bentuk dan gaya kepemimpinan yang mampu membawa hasil positif, tidak heran jika gaya tersebut menjadi metode pilihan.

Menggunakan gaya kepemimpinan yang satu ini mampu membawa perusahaan menjadi lebih baik dan meraih visi dan misi secara optimal.

Namun demikian mungkin banyak yang belum benar-benar memahami akan penjelasan tentang bentuk kepemimpinan tersebut.

Supaya lebih jelasnya, berikut ini beberapa informasi terkait teori dasar dari bentuk kepemimpinan kontemporer secara umum.

1. Meliputi Kepemimpinan Karismatik

Pengertian dari proses kepemimpinan sebenarnya proses mempengaruhi oleh pemimin dalam mencapai tujuan di sebuah organisasi.

Namun pada awal kepemimpinan muncul beberapa teori yang menjadi pernyataan dari beberapa ahli teori kepemimpinan.

Misalnya saja seperti kepemimpinan karismatik yang beruhubungan dengan atmosfir motivasi oleh pemimpin pada pengikutnya.

Jadi para pengikutnya dalam teori ini terpicu oleh kepemimpinan pemimpinnya yang bersifat heroik.

Maka perilaku dari pemimpinnya ini terasa begitu luar biasa hingga pengikutnya mengikuti pemimpinnya.

Baca juga: Teori Kepemimpinan Karismatik, Definisi Hingga Karakteristiknya

2. Teori Kepemimpinan Kontemporer Berupa Kepemimpinan Transformasional

Selanjutnya ada pula teori kepemimpinan transformasional yang dikemukakan oleh eorang ahli terkenal bernama John D. Rockefeller.

Teori ini menyatakan adanya gaya kepemimpinan yang menimbulkan adanya perubahan positif pada para pengikutnya.

Umumnya pemimpin dalam teori ini memiliki sikap yang cenderung energik dan antusias serta cenderung bergairah.

Bahkan pemimpin umumnya juga turut terlibat dalam segala aktivitas para pengikutnya tersebut.

Biasanya pemimpin yang seperti ini memiliki gambaran figure yang menarik dan selalu memberikan inspirasi.

Bahkan pemimpin juga cenderung bergerak sehingga memberikan dampak positif pada seluruh pengikutnya tersebut.

3. Teori Penyimpulan Terkait Kepemimpinan Kontemporer

Jenis teori yang selanjutnya adalah teori atribusi kepemimpinan yang kemudian terbagi menjadi tiga bagian utama.

Dalam hal ini teori yang pertama dan menjadi bagian dari teori atribusi kepemimpinana adalah teori penyimpulan terkait.

Teori ini bisa juga disebut dalam istilah asing yaitu correspondence inference.

Teori ini menyimpulkan adanya perilaku yang timbul karena adanya kemampuan dari orang itu sendiri.

Baik perilaku yang cenderung tidak biasa maupun perilaku yang membuahkan hal tidak lazim.

Jadi perilaku seorang pengikut bisa saja menyimpang dari acuan yang dikemukakan oleh pemimpinnya.

4. Teori Sumber Perhatian Dalam Kesadaran

Atribusi kepemimpinan selanjutnya juga mengemukakan adanya teori lainnya yaitu teori conscious intentional resources.

Atau bisa juga disebut dengan istilah teori sumber perhatian dalam kesadaran yaitu dalam kognisi seseorang.

Disini seorang pengikut akan melakukan persepsi atau pengamatan pada hal lain di sekitarnya.

Maka ia akan melakukan proses kategorisasi dan karakterisasi serta koreksi dalam kognisinya tersebut.

Dari seluruh proses tersebut maka akan dihasilkan suatu persepsi yang memang timbul karena pengamatan.

Oleh karena itu suatu persepsi bisa saja muncul karena adanya pengamatan misalnya terhadap pemimpin.

Baca juga: Kepemimpinan Transformasional Adalah: Pengertian, Prinsip, Model, Kelebihan dan Kekurangan

5. Teori Atribusi Internal Dan Eksternal Dalam Kepemimpinan Kontemporer

Teori yang ketiga dari atribusi kepemimpinan adalah atribusi kepemimpinan internal dan eksternal.

Dalam beberapa makalah mengenai teori jenis ini terdapat pula pernyataan dari Kely & Micella.

Tokoh ini mengemukakan teori yang memusatkan fokusnya pada akal sehat sehingga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian antara lain konsensus dan konsistensi serta distingsi atau kekhususan.

Kesemuanya ini berkaitan dengan akal sehat yang berpengaruh pada tindakan pengikut berdasar dari pemikirannya mengenai pemimpinnya.

6. Teori Kepemimpinan Kontemporer VS Kepemimpinan Transaksional

Kepemimpinan yang selanjutnya datang dari Burns yaitu tentang kepemimpinan transaksional.

Hal ini menekankan adanya hubungan antara atasan dan bawahan dengan melibatkan aktivitas tawar-menawar.

Jadi seorang pemimpin menggerakkan seluruh anggotanya dengan menawarkan adanya imbalan atas kontribusi dari anggotanya.

Biasanya pemimpin dalam hal ini menginginkan adanya kinerja dari para anggota yang sesuai dengan keinginannya.

Maka para anggota perlu melakukan suatu hal untuk mencapai keinginan dari pemimpinnya.

Jika anggota dapat memenuhi keinginan pemimpin maka anggota akan memperoleh imbalan atas kontribusinya.

Jadi segala sesuatu terjadi atas dasar melakukan pertukaran.

7. Teori Kepemimpinan Kontemporer VS Kepemimpinan Visioner

Teori kepemimpinan kontemporer yang berikutnya adalah kepemimpinan visioner yang menjadi pendapat dari Seth Kahan.

Tokoh ini menjelaskan bahwa kepemimpinan visioner melibatkan beberapa macam hal utama.

Misalnya saja melibatkan kesanggupan dan kemampuan serta kepiawaian yang luar biasa terutama untuk menawarkan adanya kesuksesan dan juga kejayaan.

Maka seorang pemimpin yang visioner pada umumnya bisa mengelola masa depan.

Selain itu ia juga dapat memberikan antisipasi terhadap segala macam kejadian yang akan timbul.

Tidak hanya itu saja tetapi ia juga merencanakan masa depan dengan melakukan berbagai macam cara yang tepat.

Pemimpin yang seperti ini biasanya bekerja dengan kekuatan penuh untuk mencapai tujuan.

Baca juga: 11 Cara Mengatur Bawahan yang Baik Agar Kinerjanya Optimal

Itulah beberapa teori kepemimpinan kontemporer yang meliputi berbagai macam jenis gaya dan metode kepemimpinan pada umumnya.

Tentunya dalam sebuah organisasi maupun perusahaan, gaya kepemimpinan bisa saja berbeda-beda menurut situasi serta kondisi yang ada.

Sehingga pada akhirnya yang paling penting mampu menyelesaikan permasalahan yang ada serta memastikan visi dan misi tercapai dengan baik.

Yang mana hal ini tentu secara tidak langsung mampu membawa organisasi maupun perusahaan dapat meningkat lebih optimal.

Maka dari itu memahami teori-teori yang sejalan dengan gaya kepemimpinan kontemporer ini cukup penting.

Supaya ke depannya mampu mengaplikasikan hal tersebut dengan optimal dan membawa pada keberhasilan bersama.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.