Pengertian Proaktif: Ciri-ciri dan Faktor yang Berpengaruh

pengertian proaktif

Pengertian proaktif dan menjadi hal itu di tempat kerja bukanlah hal yang buruk. Ini adalah sesuatu yang harus didorong dan salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah melalui ide-ide hebat. Terkadang kita perlu mengambil inisiatif dan membuat keputusan sebelum orang lain melakukannya.

Tetapi apakah ini berarti bahwa kita harus selalu proaktif? Bagaimana kita dapat meningkatkan sikap proaktif kita?

Pengertian Proaktif Menurut Para Ahli

Menurut Robbins (2001), kepribadian proaktif mengacu pada orang-orang yang secara aktif mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan status mereka atau memulai proyek baru, sementara yang lain duduk diam dan bereaksi terhadap berbagai kejadian.

Kepribadian proaktif, menurut Bateman dan Crant (1993), adalah konstruksi disposisional yang membedakan orang berdasarkan seberapa banyak mereka berbuat untuk perubahan sekitar.

Orang dengan kepribadian proaktif, sebagai lawan dari pasif, memiliki karakteristik dalam tingkat kewajiban atau kerja mereka, menurut Joo dan Liem (2009).

Individu yang proaktif juga dapat berinovasi dengan ide pekerjaan. Individu dengan disposisi yang lebih proaktif, di sisi lain, mungkin merasakan atau merasakan kerumitan pekerjaan.

Perilaku proaktif, menurut Covey (2001), melibatkan mengambil alih hidup sendiri dan membuat keputusan berdasarkan keyakinan, berpikir sebelum menanggapi, dan menerima bahwa Anda tidak dapat mengendalikan segala sesuatu yang terjadi.

Karyawan yang dapat menentukan tujuan mereka sendiri, melampaui tanggung jawab yang dialokasikan, dan memiliki fokus jangka panjang pada pekerjaan mereka, menurut Frese dan Fay (2001).

Kepribadian proaktif merupakan orang yang memanfaatkan kesempatan, berani mengambil keputusan, dan berpartisipasi aktif dalam pekerjaan yang sedang dilakukan (Suryani, 2020).

Kepribadian proaktif adalah kepribadian yang memprediksi masalah, memenuhi semua persyaratan, dan menangkap peluang di masa depan. Ramanujan & Venkatarman (1986).

Pengertian proaktif didefinisikan oleh Ashford dan Black (1996) sebagai individu yang terlibat dalam pekerjaannya, terutama dalam beradaptasi dengan lingkungan, dengan harapan bahwa orang yang proaktif akan lebih sukses di masa depan.

Baca juga: EWS Adalah : Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Alasan Penting Dibaliknya

Perbedaan Proaktif dan Reaktif

Manusia dibagi menjadi dua kategori: reaktif dan proaktif. Perasaan, situasi, kondisi, dan lingkungan mendorong orang yang reaktif. Orang proaktif, di sisi lain, dimotivasi oleh seperangkat cita-cita yang sama.

Faktor luar, baik fisik, sosial, atau psikologis, terus mempengaruhi orang-orang proaktif. Namun, respon mereka adalah keputusan atau respon yang didasarkan pada nilai-nilai yang dimilikinya, baik disadari maupun tidak.

Ada sejumlah indikator dan karakteristik lain yang dapat digunakan untuk membedakan antara individu yang reaktif dan proaktif, antara lain:

1. Dalam hal perilaku

Orang-orang proaktif lebih mampu mengendalikan emosi mereka bahkan dalam situasi yang paling menegangkan. Mereka dapat mengetahui mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan dan menerima tanggung jawab untuk itu.

Orang reaktif, berbeda dengan orang proaktif, berjuang untuk mengatur emosi mereka dan lebih cenderung bertindak tanpa mempertimbangkan akibatnya. Dia memiliki kebutuhan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tetapi dia tidak dapat menjelaskan mengapa mereka melakukan apa yang telah mereka lakukan.

2. Di tingkat sosial

Orang yang proaktif lebih menyenangkan dan dapat bersosialisasi dengan baik, menurut pemahaman kita sebelumnya tentang perilaku proaktif versus reaktif. Dia juga tidak segan-segan membantu dan mengakui bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar.

Sebaliknya, orang yang reaktif mengalami kesulitan bersosialisasi dengan orang lain dan seringkali acuh tak acuh. Mereka juga sering mengungkapkan ketidakpuasan terhadap sesuatu dan tidak memiliki niat untuk mengubahnya kecuali jika itu akan menguntungkan mereka dalam jangka panjang.

3. Dalam hal ide

Ketika ditekan untuk penjelasan atas tindakan mereka, orang yang reaktif biasanya memiliki pemikiran yang rasional, kohesif dan dapat dibenarkan. Ini sangat kontras dengan orang-orang reaktif dengan sumbu pendek, yang berjuang untuk bernalar dengan jelas berdasarkan definisi proaktif dan reaktif yang diberikan di atas.

Ciri-ciri Sifat Proaktif

Individu yang berperilaku proaktif pada umumnya memiliki kecenderungan untuk bertindak atas inisiatif sendiri, tanpa paksaan dari orang lain, dalam memilih jawaban yang tepat, sehingga bertanggung jawab atas keputusannya.

Pengertian proaktif, menurut Covey (2001), didefinisikan sebagai kemampuan untuk memilih tanggapan secara bebas, mengambil inisiatif, dan bertanggung jawab atas keputusan mereka, dengan banyak tanda, termasuk:

  1. Kebebasan untuk memilih tanggapan
  2. Kemampuan untuk mengambil alih
  3. Kapasitas untuk bertanggung jawab

Menurut Baek Kyoo Joo dan Taejo Liem (2009), perilaku proaktif ditandai dengan berbagai tanda, antara lain:

  1. Waspadai peluang dan manfaatkan.
  2. Ambil inisiatif.
  3. Bertindak atas inisiatif Anda sendiri.
  4. Berpegang teguh pada itu ketika harus membuat perubahan.
  5. Mengambil tindakan untuk memperbaiki situasi saat ini atau menciptakan situasi baru.
  6. Situasi saat ini tetap tidak berubah.
  7. Peran dengan lebih banyak fleksibilitas.
  8. Tetapkan tujuan jangka panjang untuk diri sendiri di luar pekerjaan.

Faktor–faktor yang Mempengaruhi Perilaku Proaktif

Covey (2001) mengidentifikasi elemen-elemen yang mendorong tindakan proaktif, khususnya dalam konteks paradigma faktor diri atau internal, seperti:

  1. Keyakinan
  2. Inspirasi
  3. Kebiasaan
  4. Sikap

Di luar paradigma internal sendiri (faktor internal), perilaku proaktif dipengaruhi oleh variabel eksternal seperti:

  1. teman,
  2. keluarga,
  3. uang,
  4. barang, dan
  5. tempat ibadah.

Mengapa Karyawan Anda Membutuhkan Sikap Proaktif dan Bagaimana Anda Dapat Mengajarkannya kepada Tim Anda

Karyawan adalah sumber daya yang paling penting dari setiap perusahaan. Merekalah yang akan membuat perusahaan Anda sukses. Namun, banyak perusahaan tidak cukup memperhatikan sikap dan motivasi karyawannya.

Banyak perusahaan memiliki kecenderungan untuk memperlakukan karyawan mereka seperti robot. Mereka berpikir bahwa mereka dapat melakukan segalanya untuk mereka dan bahwa mereka seharusnya hanya duduk diam di depan layar komputer dan menunggu perintah dari atas.

Sikap ini tidak hanya buruk bagi moral karyawan, tetapi juga berdampak negatif pada produktivitas perusahaan Anda serta labanya. Karyawan perlu diperlakukan dengan hormat dan diberikan pelatihan yang tepat untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Baca juga: Workaholic Adalah : Pengertian, Ciri, Penyebab dan Cara Mengatasi

Cara Menciptakan Budaya Organisasi yang Positif & Proaktif

Peran budaya organisasi di tempat kerja berubah dan menjadi lebih penting dari sebelumnya. Pergeseran dari tradisional ke dunia digital telah menyebabkan peningkatan kebutuhan karyawan untuk memiliki budaya organisasi yang positif dan proaktif.

Organisasi harus memberi karyawan alat untuk menjadi kreatif, inovatif dan produktif, sementara pada saat yang sama tidak terlalu mengendalikan. Karyawan perlu merasa bahwa mereka dapat mengekspresikan kreativitas mereka tanpa takut akan akibat atau sanksi. Tujuannya adalah agar karyawan menjadi lebih memotivasi diri dan mengurangi stres dengan mengerjakan proyek di luar zona nyaman mereka.

Kesimpulan : Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui Untuk Menciptakan Budaya Organisasi yang Positif & Proaktif Dalam Bisnis & Perusahaan Anda

Cara terbaik untuk menciptakan budaya organisasi yang positif dan proaktif dalam bisnis atau perusahaan Anda adalah dengan berfokus pada orang-orangnya. Kemudian menanamkan nilai pengertian proaktif kepada mereka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.