Pengertian Bisnis Multi Level Marketing Beserta Cara Kerjanya

pengertian bisnis multi level marketing

Bagi yang tidak terbiasa melakukan bisnis MLM, sering kali tentu tidak memahami seperti apa pengertian bisnis multi level marketing.

Berbeda halnya dengan mereka yang memang sudah terbiasa menjalani serta menekuni jenis bisnis yang satu ini.

Yang sering melakukan strategi pemasaran multi level tentu sudah cukup paham langkah serta cara untuk mengoptimalkannya.

Akan tetapi para pemula di bisnis ini tentu merasa penasaran seperti apa bisnis multi level marketing tersebut.

Bagi yang masih ingin tahu lebih banyak tentang dunia bisnis MLM tersebut, simak informasinya lebih lanjut pada artikel berikut ini.

1. Pengertian Bisnis Multi Level Marketing

Istilah MLM yang merupakan singkatan dari Multi Level Marketing belakangan ini tampaknya semakin familiar di tengah masyarakat.

Pada dasarnya Multi Level Marketing ini merupakan salah satu sistem pemasaran yang menggunakan metode jaringan distribusi.

Jaringan distribusi dalam hal ini memanfaatkan pelanggan yang bersedia menjadi member atau anggota MLM sehingga bisa melakukan pemasaran.

Maka orang sering menyebutnya dengan istilah pemasaran berantai sehingga penjualan produk bisa semakin cepat menuju ke konsumen.

Memang MLM sebenarnya merupakan sistem pemasaran berjenjang hingga tampak banyak karena terdiri dari beberapa jaringan.

Jaringan ini bahkan terus berkembang sehingga setiap jenjang akan memiliki jaringan lagi di bawahnya dan begitu pula seterusnya.

Dalam hal ini tiap member akan mengajak pihak lain untuk turut serta menjadi member dan menjual produk perusahaan.

Dari penjualan yang mereka hasilkan inilah maka nantinya mereka akan mendapatkan semacam komisi.

MLM juga menjadi suatu sistem pemasaran jaringan yang memberikan bonus pada tiap konsumen, atau pada pelanggan yang bisa menjual produk perusahaan.

Baca juga: 12 Pilihan Usaha yang Cocok Untuk Bapak-Bapak

2. Pengertian Dari Para Tokoh

Beberapa tokoh bahkan memberikan pengertian dari MLM.

Sebut saja Muchlis yang menyatakan bahwa MLM adalah sistem pemasaran modern yang memanfaatkan jaringan distibusi.

Sedangkan Harefa menyatakan bahwa MLM adalah sistem penjualan langsung atas produk sehingga biaya distribusi semakin minimal.

Demikian MLM yang merupakan bagian dari sistem penjualan dan pemasaran produk ini menguntungkan bagi beberapa orang.

Maka tak heran bila sekarang ini semakin banyak orang yang menjadi member MLM tertentu agar dapat menjual produk secara langsung.

MLM sekarang ini bukan lagi merupakan suatu jenis bisnis baru sebab sistem pemasaran seperti ini sudah banyak diketahui orang.

Bahkan tidak sedikit orang yang sekarang ini menjadi member MLM untuk bisa menikmati produk dengan harga lebih murah.

Selain itu menjadi member MLM juga bisa memberikan keuntungan tersendiri terutama dalam hal penghasilan atau pendapatan.

Baca juga: Buka Usaha Setelah Pensiun dari PNS: 13 Usaha yang Prospektif

3. Ciri – Ciri Bisnis MLM

Semua jenis MLM pada dasarnya memiliki ciri yang sama dan membedakannya dari bisnis biasa yang selama ini beredar di masyarakat.

Salah satu ciri dari MLM bisa dilihat dari segi armada penjualan yang tenaga pemasarnya merupakan distributor dari MLM itu sendiri.

Jadi distributor atau member yang berhasil menjual produk akan mendapatkan keuntungan secara langsung.

Distributor juga bertindak sebagai bos atas dirinya sendiri melakukan pekerjaannya tersebut sesuai dengan kemauannya sendiri.

Ciri yang kedua dari Multi Level Marketing adalah adanya pembagian keuntungan.

Sebab dalam sistem pemasaran produk yang seperti ini rupanya pihak distributor akan mendapatkan imbalan atas usahanya.

Bahkan imbalan atas hasil usahanya tersebut akan ia dapatkan secara langsung.

Dan juga distributor juga akan mendapatkan bonus atas usaha menjual produk yang berhasil kepada pihak lainnya.

Selanjutnya sebuah perusahaan yang melakukan penjualan produk dengan strategi pemasaran MLM juga memiliki ciri lainnya.

Yaitu sistem penjualannya berjalan secara langsung sehingga setiap orang bisa mendapatkan barang langsung dari distributor.

Jika konsumen ingin memilih produk maka konsumen bisa melihat katalog produk secara langsung.

Lalu konsumen bisa melakukan pemesanan produk langsung pada distributor dan barang juga bisa ia dapatkan langsung dari distributor.

Seluruh ciri dari MLM ini tentu saja berbeda dengan bisnis biasanya atau bisnis konvensional.

Sebab bisnis konvensional umumnya menjual produknya atau produk perusahaan lain di sebuah toko.

Baca juga: Technopreneurship Adalah: Pengertian, Manfaat dan Alasan Dibaliknya

4. Jenis-Jenis MLM Secara Umum

Multi Level Marketing atau MLM terdiri dari beberapa macam jenis yang pada dasarnya masing-masing jenis memiliki sistem yang berbeda.

Salah satu bentuk atau jenis MLM adalah sistem binary plan yang memiliki ciri adanya pengembangan jaringan secara khusus pada dua leg saja.

Jika jaringan seimbang maka bonus yang akan diterima oleh masing-masing leg akan semakin besar.

Namun sebaliknya jika tidak ada keseimbangan antajaringan maka bonus nantinya akan mengalir ke pihak perusahaan

Bentuk atau jenis MLM yang kedua adalah sistem matrix yang mengembangkan jaringannya dengan konsep tiga frontline saja.

Konsep tiga frontline ini juga berlaku pula hingga ke bagian bawahannya.

Sebenarnya konsep ini timbul pada MLM sebagai langkah untuk menyiasati sistem MLM yang sebelumnya yaitu binary plan.

Sebab sistem MLM yang mengadopsi metode binary plan lebih banyak dinilai sebgai suatu hal yang berhubungan dengan money game.

Jenis atau bentuk MLM yang terakhir adalah sistem break away yang cenderung mengembangkan jaringannya dengan lebih mengutamakan kelebaran.

Pada sistem break away ini rupanya jika frontline semakin bertambah banyak maka nantinya bonus yang diterima oleh mitra semakin besar.

Sistem ini menekankan adanya bonus yang semula kecil dan akan terus meningkat jika memang mitra berada di tingkat atas.

Baca juga: Rumus Return of Investment, Apa Dan Bagaimana

5. Sistem Kerja Multi Level Marketing

Saat ini mungkin Anda sering menjumpai berbagai perusahaan yang memasarkan produknya dengan menggunakan sistem MLM.

Sistem kerja MLM pada awalnya seorang member atau distributor MLM yang telah bergabung dengan perusahaan terlebih dahulu akan mensponsori Anda.

Jadi tugas Anda dalam hal ini hanyalah menjual produk dari perusahaan sekaligus mencari mitra bisnis yang mau bergabung menjadi member.

Sistem kerja yang selanjutnya dari MLM adalah adanya penandatanganan kontrak yang akan Anda lakukan setelah menjadi member.

Namun menjadi member biasanya membayar uang pangkal terlebih dahulu dan setelahnya barulah menandatangani kontrak.

Member juga harus mematuahi segala peraturan yang berlaku dan sudah menjadi ketetepan perusahaan sejak awal.

Selain itu member berhak mendapatkan produk tentu saja dengan harga yang lebih murah atau lebih tepatnya harga distributor.

Sistem yang ketiga adalah adanya aktivitas penjualan produk perusahaan pada konsumen.

Sistem penjualannya bisa saja face to face oleh penjual langsung pada konsumen.

Biasanya member akan melakukan pendekatan secara khusus pada konsumen dan memberikan info atau penjelasan detail.

Sistem kerja yang terakhir dari MLM adalah mengembangkan jaringan yang juga menjadi ciri dari MLM.

Jadi jika Anda menjadi member dari suatu perusahaan MLM maka Anda perlu rajin untuk mencari prospek.

Membangun dan meningkatkan prospek ini bisa saja dengan cara menemui banyak orang dan menjelajahi seluruh pasar atau tampil sebagai agen.

Itulah beberapa pengertian bisnis multi level marketing termasuk ciri-ciri, jenis serta cara kerja dalam menjalankannya.

Melalui pemahaman akan konsep bisnis yang satu ini tentu akan lebih mudah mengatur strategi terbaik untuk meningkatkan bisnis.

Sehingga pada akhirnya dapat meraih impian yang dibangun melalui kerja keras melaksanakan segala bentuk pemasaran ala MLM.

Tidak selamanya menjalankan MLM merupakan ide yang buruk, bahkan di satu sisi cukup menarik dan bisa saja menjanjikan.

Tentu semua kembali pada para pelaku bisnis tersendiri dalam melaksanakan bisnis multi level marketing.

Mulai dari seperti apa harapan yang ingin diraih serta bagaimana untuk melakukannya dengan optimal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version