Maksud Hedonisme: Pengertian, Sejarah, Serta Ciri-Cirinya

maksud hedonisme

Maksud hedonisme merupakan hal yang sering kali tidak banyak dipahami oleh orang awam.

Tidak semuanya melakukan hal tersebut sehingga istilah yang satu ini belum tentu familiar di berbagai macam kalangan.

Namun demikian di satu sisi ada beberapa kalangan yang sering kali melakukan hal tersebut.

Seperti misalnya mengadakan pesta pora berlebihan hingga membuang-buang uang untuk hal-hal yang menurut mereka menyenangkan.

Tentu saja di balik perlakuan tersebut ada beberapa pemahaman yang menarik.

Termasuk sejarah serta hal-hal yang mampu menyebabkan hedonisme terjadi pada beberapa orang.

Supaya lebih jelas, berikut ini sedikit penjelasan terkait peristiwa ini mulai dari pengertian, sejarah, ciri-ciri, serta faktor yang mempengaruhi.

1. Pengertian Hedonisme

Istilah hedonisme mungkin saja sudah tak lagi begitu asing bagi beberapa orang.

Istilah ini berasal dari bahasa Yunani tepatnya kata hedone yang artinya adalah kesenangan.

Maka, pengertian hedonisme kurang lebih sama dengan proses mencari kesenangan sebanyak mungkin.

Dengan kata lain, istilah ini memiliki pandangan bahwa orang akan bahagia dengan mencari kesenangan dalam hidup.

Hedonisme adalah pandangan yang berkaitan dengan beberapa hal yang menimbulkan kesenangan semata.

Contoh dari perilaku ini adalah memiliki harta untuk belanja barang mewah dan menikmati liburan.

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Atasan yang Tidak Menyukai Kita

2. Sejarah Hedonisme

Sejarah hedonisme berawal di sekitar tahun 433 SM.

Tahun tersebut tampaknya merupakan awal dari munculnya sejarah filsafat yaitu paham kesenangan.

Filsafat mengenai hedonisme ini kemudian berlanjut dengan munculnya pendapat dari seorang filsuf Yunani yaitu Epikuros tepatnya pada tahun 341-270 SM.

Tokoh ini berpendapat bahwa tindakan manusia yang mencari kesenangan merupakan kodrat alamiah.

Maka tak heran bila konsumerisme sekarang ini seolah menjadi hal yang wajar.

Bahkan semakin banyak manusia masa kini yang selalu mencari kesenangan dalam hidupnya.

3. Ciri-ciri Hedonisme

Gaya hidup hedonisme pada dasarnya bisa tampak pada seseorang dengan adanya ciri-ciri tertentu.

Salah satu cirinya adalah adanya pikiran bahwa tujuan utama dalam hidup yaitu kenikmatan serta kesenangan pribadi.

Ciri selanjutnya dari perilaku hedonisme adalah adanya rasa dan sikap yang cenderung tidak peduli pada orang lain.

Ketidakpedulian ini kemudian membuat seseorang semakin menjadi pribadi yang egois.

Ciri lainnya dari hedonisme adalah adanya perasaan tidak puas yang sering timbul dalam diri.

Maka harta berapapun selalu terasa masih kurang cukup.

4. Faktor Internal Penyebab Hedonisme

Paham hedonisme sebenarnya bisa terjadi karena adanya beberapa penyebab diantaranya adalah faktor internal yang datang dari dalam diri sendiri.

Misalnya saja seperti adanya keinginan manusia untuk memiliki banyak kesenangan atau kebahagiaan.

Terlebih lagi manusia juga memiliki rasa tidak pernah puas sehingga berpotensi terjadi perilaku hedonisme.

Jadi diri pribadi manusia dalam hal ini ingin terus berusaha untuk mencari sumber kesenangan.

Bahkan penyebab internal yang berasal dari diri sendiri ini merupakan faktor utama munculnya perilaku hedonisme.

Hal ini mungkin saja sekilas tampak menyenangkan namun sebenarnya bisa memberikan dampak negatif juga.

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Karyawan yang Tidak Disiplin Dalam Bekerja

5. Faktor Eksternal Penyebab Hedonisme

Selain faktor internal rupanya ada pula penyebab lain dari perilaku hedonisme yaitu faktor eksternal.

Faktor eksternal yang dimaksud disini adalah berbagai hal yang berkaitan dengan lingkungan di sekitar manusia.

Di masa kini hedonisme bisa saja terjadi pada manusia karena lingkungan yang cenderung berkaitan dengan dunia digital dan internet.

Kehadiran media sosial membuat seseorang bisa melihat kehidupan orang lain.

Kehidupan orang lain ini bisa menjadi cerminan bagi hidup seseorang sehingga timbullah gaya hidup hedonisme.

Hal ini kemudian semakin tampak dengan adanya perilaku konsumtif agar bisa semakin serupa dengan orang lain di dunia maya.

6. Dampak Positif Hedonisme

Tingkah laku hedonisme sudah tentu memberikan dampak dalam kehidupan seseorang.

Umumnya segala sesuatu bisa memberikan dampak positif dan negatif.

Dampak positif dari hedonisme antara lain membuat orang jadi lebih mengenal nilai materiil sekaligus pragmatise dari suatu benda.

Selain itu manusia akan selalu berusaha untuk memiliki harta.

Hingga akhirnya ia cenderung kerja keras dan selalu memiliki motivasi yang kuat dalam hidupnya.

Ia juga akan memanfaatkan setiap kesempatan dengan sangat baik agar dapat mencapai tujuan.

Maka orang yang seperti ini tidak akan mengenal kata menyerah dan selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

7. Dampak Negatif Hedonisme

Dampak hedonisme lainnya adalah bersifat negatif sehingga cenderung bersifat merugikan.

Efek yang negatif ini misalnya gaya hidup hedonisme yang menimbulkan hilangnya simpati karena orang menjadi lebih egois.

Selain itu orang akan berusaha memenuhi keinginannya dengan segala cara bahkan sampai menimbulkan rasa sakit pada orang di sekitarnya.

Orang lain menjadi dirugikan karena keinginan Anda untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Sebab apa yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan ini akan mengalami pembenaran oleh dirinya sekalipun bertentangan dengan norma.

Baca juga: Inilah yang Anda Cari, 3 Indikator Motivasi Kerja PNS

Itulah sedikit informasi mengenai maksud hedonisme mulai dari pengertiannya, sejarah, hingga ciri-ciri dan faktor yang menyebabkan hal tersebut.

Melalui penjelasan di atas dapat dilihat bahwa melakukan hal tersebut dapat memberikan dampak baik positif maupun negatif.

Alangkah baiknya jika berusaha untuk menghindari resiko negatif yang dapat terjadi dari perilaku ini.

Maka dari itu, akan lebih baik apabila mencoba untuk menghindari perilaku hedonisme di dalam kehidupan dan melakukan hal yang penting saja.

Dengan memilah aktivitas dan memilih perilaku yang tepat tentu dapat memberikan tujuan hidup yang lebih baik juga.

Sehingga pada akhirnya mampu memberikan dampak positif baik pada diri sendiri, keluarga, maupun pada masyarakat di sekitar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.