10 Kerugian Jadi PNS yang Tidak Banyak Diketahui Orang

kerugian jadi PNS

Apa saja kerugian jadi PNS?

Menjadi PNS merupakan impian banyak orang, hal ini dikarenakan banyak keuntungan yang didapatkan dari menjadi PNS, seperti mendapatkan banyak tunjangan, bonus hingga jaminan pensiun.

Namun, setiap pekerjaan tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri, termasuk juga menjadi seorang PNS.

PNS juga memiliki banyak kerugian di samping kelebihannya. Kerugian PNS yang diuraikan di bawah ini bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum mendaftarkan diri menjadi PNS.

Misalnya tidak dapat melakukan negosiasi gaji hingga harus mengikuti dan taat terhadap birokrasi. Selain itu, ada beberapa kerugian menjadi menjadi seorang PNS. apa saja kah itu? berikut ini adalah ulasannya.

Menjadi PNS Juga Memiliki Kerugiannya Sendiri

Saat pendaftaran CPNS dibuka ada banyak orang yang tertarik mengikuti berbagai tes dan seleksi yang diadakan. Namun, apa yang membuat PNS menjadi begitu diminati? Salah satunya adalah kelebihan menjadi PNS dibanding dengan pekerjaan lainnya.

Pasalnya, menjadi PNS berarti Anda mendapatkan pekerjaan yang aman dari PHK. Apalagi dengan gaji tetap dan cenderung naik. Hal ini berbeda dengan pekerjaan lainnya yang bisa saja mengalami PHK.

Namun, bukan berarti pekerjaan ini tidak memiliki celah. Ada beberapa kerugian jadi PNS yang patut Anda pertimbangkan.

1. Gaji yang Tidak Bisa Dinegosiasi

ilustrasi gaji

Kerugian pertama jadi PNS adalah gaji yang didapat tidak bisa dinegosiasi. Hal ini tentu berbeda dibanding dengan bekerja di perusahaan.

Pasalnya, sebelum bekerja di perusahaan biasanya calon karyawan akan ditanya tentang gaji dan Anda dapat melakukan negosiasi terkait gaji yang akan diterima.

PNS daerah dengan PNS pusat memiliki gaji berbeda yang sudah dijelaskan di tabel gaji berkala, sehingga tidak bisa diganggu gugat.

2. Tidak Boleh Melanggar Birokrasi

Melanggar birokrasi negara memang tidak boleh dilakukan oleh siapapun. Namun, sebagai aparatur negara yang melayani dan mengatur birokrasi negara tentu terikat dengan birokrasi tersebut.

Sehingga apa-apa yang tidak tercantum pada birokrasi tidak boleh dilakukan. Jika sudah terdaftar sebagai PPPK atau P3K, maka kebijakannya tidak sama dengan PNS pusat atau daerah. Apalagi jika grade nya berbeda.

3. Sulit Bekerja Sesuai Passion

bekerja sesuai passion

Bekerja sesuai passion merupakan hal yang menyenangkan dan menjadi impian banyak orang. Namun, bekerja sesuai passion akan sulit Anda lakukan jika bekerja sebagai PNS. pasalnya, menjadi PNS Anda harus bekerja sesuai dengan peraturan dan tugas yang dibebankan.

4. Besar Gaji

Tunjangan-tunjangan PNS mungkin menggiurkan bagi beberapa golongan PNS tertentu. Namun, sayangnya untuk mendapatkan gaji yang sesuai harus dibarengi dengan pengabdian yang tinggi.

Besar gaji yang didapatkan PNS tidak lebih besar dibanding dengan karyawan perusahaan. Bahkan gaji PNS bisa sangat kecil pada golongan PNS tertentu.

5. Tidak Bisa Mengeksplorasi Kemampuan Lainnya

Kerugian jadi PNS selanjutnya adalah tidak bisa survive terhadap pekerjaan. hal ini tidak terlepas dari birokrasi dan peraturan tupoksi yang diberikan.

Anda akan melakukan pekerjaan yang diberikan dan tidak boleh melakukan hal yang bertentangan dengan birokrasi. Hal ini membuat PNS sulit untuk men-survive diri, baik untuk mengembangkan diri maupun untuk menemukan pekerjaan.

6. Sulit Berkembang

ilustrasi sulit berkembang

Menjadi PNS akan membuat Anda sulit berkembang. mengapa? Karena PNS harus taat dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Lingkungan kerja seseorang juga turut berperan dalam perkembangan seseorang. namun menjadi PNS akan sangat sulit membuat perubahaan.

7. Disiplin Ilmu

Disiplin ilmu yang Anda dapatkan saat mengenyam pendidikan akan sulit berkembang saat menjadi PNS. Disiplin ilmu yang sudah Anda pelajari mungkin tidak begitu dimanfaatkan saat menjadi PNS.

Apalagi tugas-tugas PNS cenderung kaku dan membelenggu. Anda bisa saja memiliki berbagai ide dan gagasan yang menarik.

Akan tetapi akan sulit merealisasikan hal tersebut. mengingat ada banyak ketetapan yang mengatur pekerjaan PNS. realisasi dan perkembangan disiplin ilmu juga akan menjadi lebih sulit.

8. Rentan Jenuh dengan Pekerjaan

ilustrasi kerugian jadi PNS berakibat jenuh dengan pekerjaan

Saat Anda memilih untuk menjadi seorang PNS maka Anda harus menjalani pekerjaan tersebut hingga masa pensiun tiba. hal ini tentu dapat membuat rentan terhadap stres karena kerja.

Apalagi pekerjaan yang dilakukan cenderung itu-itu saja. hingga hal ini membuat PNS merasa jenuh dengan pekerjaan yang dilakukan.

9. Bekerja Hingga Masa Pensiun Tiba

Setelah proses pendaftaran dan serangkaian te serta dinyatakan lulus. Anda akan bekerja sebagai PNS hingga masa pensiun tiba. Hal ini mungkin membuat Anda merasa aman secara finansial mengingat gaji dan pemasukan akan Anda dapatkan.

Namun mengerjakan hal yang sama hingga masa pensiun tiba merupakan hal yang sulit dilakukan.

10. Jam Kerja

Jam kerja PNS cukup stagnan. Anda harus bekerja setiap hari sekitar 8-9 jam hingga masa pensiun menghampiri. Ini akan sangat membosankan bagi Anda yang lebih suka kegiatan outdoor, mencoba hal-hal baru dan tidak suka dikekang.

ilustrasi waktu kerja

Kerugian jadi PNS diatas mungkin terlihat tidak menyenangkan. Apalagi birokrasi yang terlihat mengikat para PNS. Namun jika menjadi PNS adalah sesuatu yang sudah Anda pilih maka bukan tidak mungkin Anda dapat memetik buah dari keputusan Anda tersebut.

Apapun pekerjaannya, pasti memiliki plus dan minusnya sendiri. namun, tentu Anda memiliki banyak alasan untuk bertahan pada pekerjaan Anda saat ini bukan?

2 komentar untuk “10 Kerugian Jadi PNS yang Tidak Banyak Diketahui Orang”

  1. bener banget!
    org2 tertarik jd PNS itu karena tunjangan + pensiunan doank selebihnya datar aja.
    makanya dr dl gw ga pernah tertarik sedikitpun daftar PNS. sekalipun di tawarin (masuk tinggal masuk, punya sodara

  2. Aku kurang setuju sih, terkait poin :

    1. Sulit bekerja sesuai passion. Rekrutmen PNS sudah dilakukan sesuai jafung (jabatan fungsional), artinya sudah sesuai dengan background pendidikan.

    2. Take home pay. Gaji PNS memang ga banyak, tapi cukup. Selain itu nilai tunjangannya yang lebih besar dari nilai gaji itu sendiri (tunjangan kinerja, tunjangan fungsional, tunjangan beras, tunjangan suami / istri, uang makan, dll). Belum lagi kalau sering dinas luar. Tapi yang perlu diperhatikan, orientasi utama menjadi PNS seharusnya bukan di besarnya pendapatan, karena kalau emang pengen pendapatan berlimpah, ya bisnis, bukan jadi PNS. PNS itu orientasi pengabdian. Pendapatan PNS memang ga sebanyak pengusaha, tapi ga sampe kekurangan. Tentang besarnya gaji yang harus disertai pengabdian yang tinggi, aku rasa di semua tempat juga begitu, kalau mau pendapatan naik, ya harus berkinerja baik

    3. Jadi PNS ga bisa berkembang. Di PNS punya peluang besar mendapatkan beasiswa untuk lanjut studi, apalagi di luar negeri. Selain itu instansi pemerintah tsb juga selalu mengadakan pelatihan bagi para PNS untuk mengembangkan kompetensi SDM nya.

    4. Harus nurut sama birokrasi. Memang iya, tapi itu ga saklek. Birokrasi saat ini sudah fleksibel, karena saat ini sudah banyak PNS dari golongan milenial, sehingga sistem birokrasi yang diciptakan menjadi ringkas dan fleksibel. Birokrasi ada untuk mempermudah proses, bukan mempersulit.

    5. Pekerjaan membosankan, ga bisa ke lapangan. Item kerja di PNS sangat bervariasi, bahkan dalam 1 jabatan fungsional. Ada saatnya kami turun ke lapangan, ada saatnya kami di kantor, ada saatnya dinas untuk rapat2 di luar. Jadi aku rasa ga membosankan

    Setidaknya itu pengalamanku sih sebagai seorang PNS di salah satu Kementerian pusat. Pengalaman berbeda mungkin masih dirasakan oleh teman2 PNS dari instansi lain.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.