Kepemimpinan Situasional Adalah: Pengertian, Ciri-ciri, dan Penerapannya

kepemimpinan situasional adalah

Kepemimpinan situasional adalah salah satu gaya kepemimpinan dalam menjalankan organisasi maupun perusahaan.

Dalam menerapkan gaya kepemimpinan situasional ada banyak model serta metode yang dapat dijadikan alternatif.

Maka dari itu tidak heran jika ciri-ciri maupun contoh pendekatan dengan model kepemimpinan tersebut cukup beragam.

Adapun beberapa orang mungkin masih awam dalam memahami situasional leadership tersebut.

Apalagi jika menyangkut pengertian, ciri-ciri, serta kelebihan dan kekuarangan gaya kepemimpinan tersebut.

Oleh sebab itu supaya dapat memahami dengan tepat, sebaiknya mengikuti informasi yang diberikan dalam artikel ini.

Berikut beberapa penjelasan teori maupun informasi tentang gaya kepemimpinan situasional termasuk contoh dan cara menerapkannya.

A. Pengertian Kepemimpinan Situasional Adalah Sebagai Berikut

Pertama yaitu mencoba untuk memahami pengertiakn kepemimpinan situasional secara lebih jelas.

Sebenarnya model kepemimpinan yang satu ini berasal dari teori kepemimpinan yang awalnya muncul dari seorang tokoh dengan nama Paul Hersey.

Dalam teori tersebut, dikatakan bahwa gaya kepemimpinan ini merupakan kemampuan seorang pemimpin dalam memilih strategi kepemimpinan yang paling tepat.

Yang mana dalam hal ini membutuhkan komunikasi dua arah antara pemimpin dan bawahan untuk mencari mana metode yang sesuai.

Sehingga setiap kondisi yang terjadi dalam organisasi maupun perusahaan dapat menjadi dasar untuk mengambil keputusan metode kepemimpinan.

Maka dari itu sering kali kepemimpinan ini memerlukan analisa mendalam dari seorang pemimpin dalam melihat masalah dan situasi yang ada.

Supaya dapat menerapkan model kepemimpinan yang tepat untuk menyelesaikan masalah di dalam organisasi atau perusahaan.

B. Ciri-Ciri Kepemimpinan Situasional Adalah Berikut Ini

Adapun jenis kepemimpinan situasional umumnya memiliki ciri-ciri tertentu yang mudah untuk dilihat.

Beberapa ciri dari metode kepemimpinan tersebut seperti yang diberikan berikut di bawah ini.

1. Mengarahkan

Ciri pertama yaitu mengarahkan bawahan dengan jalan pemimpin memberi petunjuk pada bawahan untuk menyelesaikan maupun melakukan suatu tugas.

2. Menjual

Ciri selanjutnya yaitu menjual pesan kepada bawahan supaya dapat menyelesaikan tugas.

Disini merupakan upaya yang membutuhkan komunikasi serta diskusi antara anggota tim dengan pemimpin.

3. Berpartisipasi

Selanjutnya yaitu ciri yang mana pemimpin menggunakan pendekatan dengan langkah demokratis pada para bawahan.

Dalam hal tersebut pemimpin memberikan arahan namun bawahan tetap memiliki peranan untuk mengambil keputusan.

4. Mendelegasikan

Terakhir yaitu situasi dimana pemimpin memberikan dukungan serta delegasi sepenuhnya pada bawahan dalam melaksanakan tugas.

C. Contoh Kepemimpinan Situasional Adalah Seperti Ini

Informasi dan penjelasan di atas mungkin kurang cukup untuk menggambarkan seperti apa contoh penerapan jenis kepemimpinan tersebut.

Maka dari itu ada baiknya melihat contoh kasus berikut ini untuk mengenali seperti apa kepemimpinan tersebut berjalan.

Sebuah perusahaan memiliki beberapa karyawan senior yang harus mengerjakan tugas tertentu.

Dalam hal ini para karyawan memiliki keahlian yang memadai dan kompetensi yang tinggi.

Menghadapi situasi tersebut maka pemimpin memilih untuk menyerahkan keputusan pada karyawan dalam melaksanakan tugas.

Sepanjang karyawan melakukan tugas dengan hasil yang baik, maka pemimpin sepenuhnya mempercayakan pekerjaan pada karyawan.

Akan tetapi metode kepemimpinan berubah saat menemukan salah satu karyawan junior yang belum pernah bekerja.

Dalam hal ini pemimpin mengambil keputusan untuk memberikan arahan tahap demi tahap, supaya bawahan dapat melakukan tugas yang diberikan.

Dari ilustrasi di atas tentunya dapat menjelaskan seperti apa gaya kepemimpinan situasional dalam sebuah perusahaan.

D. Kelebihan Kepemimpinan Situasional Adalah Seperti Ini

Menerapkan gaya kepemimpinan ini dapat memberikan beberapa kelebihan yang menarik.

Beberapa kelebihan dalam memilih model kepemimpinan tersebut yaitu sebagai berikut.

  • Metode ini lebih dapat menyelaraskan kinerja antara bawahan dengan atasan dengan baik. Karena pimpinan memahami dan menyetujui keputusan bawahan sepenuhnya.
  • Dalam metode kepemimpinan situasional maka dapat menonjolkan pengaruh dari pemimpin yang multi arah.
  • Metode ini juga memberikan penugasan secara khusus sesuai kinerja dan kemampuan bawahan. Sehingga tidak menyeragamkan tugas dan tiap karyawan bertanggung jawab sesuai kemampuan dan tugasnya.
  • Kelebihan berikutnya yaitu mampu mendorong pegawai untuk memiliki perilaku yang lebih efektif dalam melakukan pekerjaan. Sehingga menghemat banyak tenaga, biaya, serta waktu yang harus dikeluarkan.
  • Dengan menggunakan metode kepemimpinan situasional, maka dapat mempercepat kemajuan karyawan serta membantu meningkatkan kualitas karyawan lebih optimal juga.
  • Metode ini juga membantu pemimpin lebih peka dalam melakukan analisa kondisi pada perusahaan dan lebih mudah mengenali situasi secara cepat.

E. Kekurangan Kepemimpinan Situasional Adalah Sebagai Berikut

Meskipun memiliki banyak kelebihan yang telah disampaikan sebelumnya, namun bukan berarti metode tersebut tidak memiliki kelemahan.

Secara umum menggunakan metode kepemimpinan yang satu ini dapat mengakibatkan beberapa kekurangan seperti berikut ini.

  • Terkadang dapat membuat bawahan yang satu dan yang lain merasa bingung saat mendapatkan penugasan berbeda.
  • Pendekatan yang dilakukan pemimpin secara personal bisa menjadi pertanyaan tiap-tiap karyawan.
  • Memerlukan penyesuaian diri dari bawahan saat terjadi perubahan gaya kepemimpinan yang berbeda-beda setiap saat.
  • Ada resiko mengganggu kinerja dan semangat tim apabila ada kondisi yang kurang tepat.
  • Dapat menimbulkan resiko tindakan manipulatif dari bawahan dalam menunjukkan kinerjanya pada pemimpin atau perusahaan.
  • Memiliki banyak resiko celah apabila pemimpin tidak hati-hati dalam mengambil keputusan.

F. Menerapkan Kepemimpinan Situasional Adalah Dengan Jalan Berikut Ini

Adapun bagi banyak pihak metode kepemimpinan situasional ini dianggap cukup baik untuk dijadikan pilihan.

Maka dari itu tidak heran jika banyak pemimpin memutuskan untuk menerapkan model kepemimpinan ini.

Namun sering kali ada banyak kesulitan yang dihadapi pemimpin untuk dapat menerapkan hal tersebut sepenuhnya.

Maka dari itu untuk mendukung terlaksananya metode tersebut, beberapa langkah di bawah ini dapat menjadi cara yang tepat.

1. Komunikasi Yang Terbuka

Hal yang paling penting saat menerapkan metode kepemimpinan situasional adalah melakukan komunikasi aktif yang terbuka.

Sebaiknya antara pimpinan dan bawahan mengutarakan maksud secara lugas tanpa menutupi sesuatu.

Sehingga terjalin komunikasi dua arah yang lebih maksimal dalam membantu mengambil keputusan terbaik bersama-sama.

2. Bersifat Adil

Supaya jenis kepemimpinan ini dapat berjalan dengan lancar, maka seorang pemimpin harus mampu bersifat adil.

Dalam hal ini yaitu adil memperlakukan bawahan yang satu dengan yang lain supaya tidak timbul masalah seperti misalnya iri hati.

Oleh karena itu pemimpin harus berhati-hati saat memerintahkan tugas pada bawahan masing-masing.

3. Siap Berkomitmen

Tentu saja gaya kepemimpinan ini membutuhkan komitmen yang tinggi baik dari pimpinan maupun bawahan.

Maka dari itu sebaiknya bekerja sama dan memberikan komitmen yang terbaik dalam menyelesaikan visi misi perusahaan.

Sehingga meski memilih model kepemimpinan tersebut tetap dapat mendukung kemajuan perusahaan sepenuhnya.

4. Rajin Melakukan Analisa

Meluangkan lebih banyak waktu untuk melihat dan menganalisa kondisi perusahaan merupakan langkah yang terbaik.

Sehingga pemimpin dapat dengan cepat mengambil keputusan yang tepat dan sesuai untuk segera diterapkan.

Terutama jika terjadi berbagai macam masalah yang menghambat kinerja meraih keberhasilan dalam perusahaan.

Dari penjelasan di atas, rupanya kepemimpinan situasional adalah metode yang dapat berubah-ubah sesuai kondisi dan tingkat kesiapan bawahan.

Dalam setiap pengambilan keputusan, sering kali yang mendasari adalah situasi dan kondisi yang tengah terjadi dalam organisasi ataupun perusahaan.

Maka dari itu, tidak heran jika gaya kepemimpinan tersebut menghasilkan langkah memimpin yang berbeda-beda di berbagai saat.

Yang terpenting seluruh situasi yang terjadi dapat terselesaikan dengan baik dan tanggung jawab pemimpin maupun bawahan berjalan optimal.

Sehingga pada akhirnya tetap mengarah pada satu tujuan yaitu menjalankan seluruh visi dan misi perusahaan sepenuhnya.

Yang mana tentu hal tersebut mampu membawa perubahan yang lebih baik dan menjaga supaya perusahaan tetap berkembang sebaik mungkin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.