7 Jobdesk Design Grafis Dalam Melaksanakan Pekerjaan Sehari-Hari

jobdesk desain grafis

Menjadi seorang designer grafis memerlukan pemahaman mendalam tentang jobdesk design grafis, termasuk deskripsi tugas dasar dan tanggung jawabnya.

Meskipun design grafis terkait dengan prospek kerja di bidang percetakan, namun tidak menutup kemungkinan untuk bidang lainnya juga.

Maka dari itu tidak mengherankan jika kualifikasi designer grafis sendiri juga cukup rumit dan kompleks.

Terutama menyangkut dengan aktivitas pekerjaannya sehari-hari.

Banyak yang berpikir menjadi designer grafis ini cukup menyenangkan, karena memiliki gaji yang lumayan dan dapat kerja di rumah saja.

Padahal tidak semudah itu jika ingin menjadi designer grafis yang handal dan memperoleh banyak pelanggan.

Ada banyak hal yang penting untuk diketahui lebih lanjut, terutama mengenai jobdesk secara keseluruhan.

Supaya lebih yakin akan profesi ini sebaiknya simak informasi berikut.

1. Jobdesk Design Grafis Termasuk Bertemu Klien

Pekerjaan design grafis pada dasarnya harus memahami keinginan dan kebutuhan klien.

Dalam hal ini klien merupakan pihak yang menggunakan jasa designer untuk membuat atau merancang sesuatu.

Oleh karena itu seorang designer grafis perlu menemui klien.

Agar bisa mendapatkan pandangan atau gambaran mengenai proyek yang akan dibuat.

Di samping itu menemui klien akan membantu designer untuk bisa mengetahui secara lebih lanjut mengenai hal-hal penting terkait proyek yang akan dikerjakan.

Sehingga masing-masing dapat saling memberikan informasi-informasi penting di awal proyek.

Dengan demikian maka menjalankan proyek secara efektif dapat terwujud secepatnya.

Baca juga: Apa Saja Pekerjaan CPNS: 5 Hal yang Harus Anda Ketahui

2. Melakukan Brainstorming Pada Pelanggan

Saat bertemu klien maka seorang designer akan melakukan brainstorming dengan pihak klien.

Dalam hal ini pihak klien akan memberikan masukan atas desain yang memang ingin dibuat.

Biasanya membuat desain tersebut disesuaikan pada target market atau berdasarkan pada audiens yang akan dijadikan sasaran.

Melalui adanya brainstorming maka nantinya pihak designer bisa membuat konsep yang tepat dan sesuai dengan keinginan klien.

Sehingga persiapan berjalan lancar termasuk dalam menyiapkan apa saja material yang dibutuhkan.

Selain itu hal ini mendorong munculnya ide-ide menarik yang dapat diterapkan sesuai kesepakatan dengan klien.

3. Jobdesk Design Grafis Termasuk Mempersiapkan Perencanaan Desain

Melakukan persiapan yang baik sangat penting, terutama pada saat designer grafis akan mengerjakan sebuah proyek.

Untuk dapat mengerjakan proyek maka segala material yang dibutuhkan juga harus dipersiapkan dengan lengkap.

Persiapan segala material ini sebagai langkah awal untuk kemudian mengimplementasikannya ke dalam bentuk visual.

Oleh karena itu, sebelum melakukan persiapan sebaiknya melakukan pematangan.

Khususnya mengenai rencana dan konsep dari desain yang akan dilakukan kepada klien.

Hal ini dapat membantu proses perencanaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Sehingga dapat memastikan desain sesuai keinginan serta meminimalkan resiko kesalahan yang dapat membuat revisi berulang-ulang.

4. Jobdesk Design Grafis Dalam Membuat Ilustrasi

Jobdesk design grafis selanjutnya adalah membuat ilustrasi, yang merupakan pengembangan dari konsep yang disepakati bersama klien.

Ilustrasi tersebut harus dapat mengidentifikasi pesan yang ingin disampaikan dari sebuah produk.

Maka dalam membuat ilustrasi ini tentunya pihak designer juga perlu menyiapkan berbagai bentuk grafis.

Contoh nyata dalam menyiapkan ilustrasi ini misalnya saja melalui pembuatan ilustrasi produk dan logo serta website.

Yang mana dalam hal ini pihak designer harus dapat memilih warna dan gambar yang sesuai.

Termasuk juga memilih desain font dan layout yang akan digunakan dalam situs.

Sehingga seluruh unsur desain yang tercipta saling berkesinambungan dan mampu menarik banyak orang untuk melihatnya.

Baca juga: 7 Pekerjaan yang Cocok Untuk Usia 35 Tahun, Apa Saja?

5. Presentasi Hasil Ilustrasi

Setelah membuat ilustrasi maka selanjutnya sangat penting untuk dapat mepresentasikannya.

Terutama kepada klien atau pihak art director yang turut terlibat ke dalam proses pembuatan desain.

Presentasi ini memiliki tujuan agar klien bisa memahami maksud dari ilustrasi yang telah dibuat.

Sehingga dapat memperkirakan secara lebih tepat, apakah pesan yang ingin disampaikan sudah terwujud sesuai keinginan atau tidak.

Untuk itu melakukan presentasi harus secara jelas dan rinci agar klien bisa menangkap maksud dari designer secara lebih mudah.

6. Revisi

Seorang designer grafis harus dapat melakukan revisi terutama jika hasil ilustrasi yang masih belum sesuai dengan keinginan klien.

Melakukan revisi ini bisa saja menjadi proses yang berulang-ulang atau berkali-kali.

Karena hal ini sangat penting terutama jika hasil desain yang telah dibuat masih belum sesuai dengan keinginan klien.

Selain itu revisi bisa saja karena klien tiba-tiba ingin menambahkan beberapa bagian tertentu.

7. Quality Check Sebagai Jobdesk Design Grafis

Hal terakhir yang juga menjadi jobdesk bagi seorang designer grafis adalah melakukan quality check.

Tindakan pengecekan kualitas ini harus dilakukan tepatnya sebelum ilustrasi dicetak atau naik tayang.

Sebab jika ilustrasi telah dicetak maka berarti ilustrasi tersebut siap untuk dipublikasikan.

Maka dari itu sebelum ilustrasi dipublikasikan diperlukan adanya quality check.

Dengan melakukan quality check maka nantinya designer bisa mengetahui berbagai ketidakcocokan yang mungkin ada dalam ilustrasi yang dibuat.

Dengan demikian dapat segera dilakukan revisi hingga didapatkan hasil akhir yang memuaskan.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Dalam Bekerja

Itulah beberapa jobdesk design grafis secara umum yang harus dilakukan satu persatu saat memutuskan menjalani profesi ini.

Yang harus diperhatikan, menjadi seorang designer grafis tidak hanya berkutat pada desain dan keahlian seni saja.

Tetapi banyak juga keahlian lain yang penting dalam menunjang profesi tersebut.

Hal ini terutama jika menyangkut masalah klien serta kebutuhan dan keinginan mereka yang harus dapat dilaksanakan sebaik mungkin.

Sehingga hasil desain pekerjaan yang dilakukan akan memuaskan pelanggan dan memberikan nilai lebih pada diri Anda sendiri.

Maka dari itu pastikan setiap hal berjalan lancar dan saling berkesinambungan.

Supaya di akhir dapat memberikan desain terbaik yang menyenangkan semua pihak.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.