Fishbone Analysis Adalah: Komponen, Manfaat dan Tips Membuatnya

fishbone analysis adalah

Apa itu Diagram Tulang Ikan?

Diagram Tulang Ikan atau Fishbone Analysis adalah jenis diagram yang sering digunakan dalam bisnis, sains, dan teknik untuk mewakili penyebab potensial dari suatu efek atau masalah. Diagram ini dapat membantu mengidentifikasi penyebab mana yang mungkin paling signifikan.

Analisis tulang ikan atau diagram ishikawa adalah teknik untuk mengeksplorasi kemungkinan penyebab suatu masalah. Teknik ini dipopulerkan oleh Kaoru Ishikawa, seorang insinyur kualitas dan profesor di Universitas Tokyo.

Bentuk diagram menyerupai kerangka ikan dan digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab suatu efek dengan memecahnya ke dalam kategori utamanya.

Lima Langkah dalam Membuat Bagan

Fishbone diagram adalah jenis bagan yang digunakan untuk mengatur dan mengidentifikasi penyebab masalah. Lima langkah dalam membuat grafik adalah:

1) Brainstorming: Langkah ini mencakup daftar semua kemungkinan penyebab suatu masalah, di mana satu atau lebih penyebab kemudian dipilih dan diperiksa secara rinci.

2) Sorting: Daftar penyebab dari brainstorming diurutkan ke dalam kategori utama.

3) Penimbangan: Selanjutnya, setiap penyebab ditimbang menurut kepentingannya.

4) Pemeringkatan: Setelah menimbang, setiap penyebab diurutkan menurut kepentingannya.

5) Memilih: Akhirnya, tiga penyebab terpenting dipilih untuk analisis yang lebih menyeluruh.

Baca juga: 7 Pengertian Soft Skill Menurut Para Ahli, Manfaat Serta Komponennya

Anatomi Diagram Tulang Ikan

Nama “tulang ikan” berasal dari bentuknya, yang terlihat seperti kerangka ikan yang sebenarnya. Diagram tulang ikan terdiri dari enam bagian:

– Kategori atau masalah utama (“kepala”)

– Subkategori yang bercabang dari kategori utama (“tulang”)

– Akar penyebab untuk setiap subkategori (“sirip”)

– Kemungkinan solusi untuk setiap subkategori (“insang”)

– Penyebab potensial untuk setiap penyebab (“mata”)

– Tindakan yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut, berdasarkan akar masalahnya

Apa Manfaat Menggunakan Diagram Tulang Ikan untuk Pemecahan Masalah?

Diagram tulang ikan adalah bentuk visualisasi data yang populer. Mereka digunakan oleh organisasi untuk mengidentifikasi sumber masalah umum di lingkungan kerja dan menawarkan solusi praktis.

Anggota tim menggunakan diagram untuk bertukar pikiran tentang kemungkinan sumber masalah, dan kemudian mengkategorikannya menurut jenisnya (yaitu, mesin peralatan, bahan, metodologi).

Diagram tulang ikan digunakan di berbagai bidang, mulai dari kontrol kualitas hingga pengembangan perangkat lunak.

Tapi, umumnya diagram ini paling sering digunakan untuk bidang desain produk karena mudah dipahami dan digunakan, efektif dalam mengidentifikasi akar penyebab masalah, serta memudahkan dalam menentukan solusi terbaik untuk suatu masalah.

Baca juga: 9 Manfaat Analisis Jabatan Dalam Memaksimalkan Kinerja

Kapan Fishbone Analysis Digunakan?

Diagram tulang ikan pada awalnya dimaksudkan untuk membantu orang memecahkan masalah, tetapi pada perkembangannya kemudian digunakan pada berbagai bidang. Diagram tulang ikan dapat membantu Anda memecah proses atau sistem apa pun menjadi bagian-bagian kecil secara logis

Kapan fishbone analysis digunakan:

– mengidentifikasi kemungkinan penyebab suatu peristiwa atau masalah,

– menghasilkan ide-ide untuk memecahkan masalah,

– memfokuskan sesi brainstorming pada isu-isu kunci,

– mengevaluasi efektivitas solusi yang diusulkan.

Cara Membuat Diagram Tulang Ikan (Fishbone Analysis)

Untuk membuat diagram tulang ikan, berikut kami tampilkan contoh masalah:

“Mengapa terjadi penurunan orang yang berlangganan TV kabel PnsVision?”

Pada masalah ini, jumlah orang yang membeli paket perdana TV kabel cukup banyak. Tapi masalahnya banyak di antara pembeli tidak melanjutkan berlangganan setelah masa paket satu tahun mereka habis. Dapat disimpulkan bahwa masalahnya adalah setelah pembelian paket perdana, banyak pembeli yang tidak tertarik melanjutkan paket berlangganan di tahun kedua.

Langkah-langkah pembuatan Fishbone Analysis-nya adalah sebagai berikut:

1.Tentukan masalahnya

Langkah pertama dalam memecahkan masalah apapun adalah menjelaskan masalahnya dengan benar. Pada kasus ini, setelah melihat data pelanggan, ternyata terdapat sejumlah 30% pelanggan yang membatalkan berlangganan setelah tahun pertama habis.

Setelah melalui diskusi dan rapat internal, pimpinan TV Kabel PnsVision ingin menurunkan persentase pelanggan yang tidak melanjutkan berlangganan setelah tahun pertama ke angka 10%.

“Menurunkan persentase pelanggan yang tidak memperpanjang masa berlangganan dari 30% menjadi 10%”

Ketika masalah didefinisikan dengan jelas, lebih mudah untuk mengidentifikasi penyebab yang mempengaruhi metrik secara langsung. Hal ini juga mendorong evaluasi data untuk menentukan apakah benar-benar ada masalah atau tidak.

Masalah yang Anda definisikan digunakan sebagai output dari diagram tulang ikan. Dalam hal ini, Perusahaan ingin persentase pengguna yang membatalkan langganan mereka setelah tahun pertama menjadi 10%.

Tips dalam Langkah Penentuan Masalah:

  • Tentukan keluaran atau output dengan benar. Tujuan harus objektif, terukur dan dapat dicapai.
  • Anda harus menempatkan masalah di sisi kanan diagram. Kemudian Anda dapat memilih bagaimana mengisinya. Aturannya adalah bahwa “tulang” menunjukkan dampak dari penyebabnya. Faktor penyebab dengan dampak terbesar harus ditempatkan lebih dekat ke kepala ikan, penyebab dengan dampak yang lebih kecil harus ditempatkan lebih jauh. Anda dapat memilih sisi kanan dan mengembangkan penyebab di ruang ke kiri atau melakukannya sebaliknya.

2.Kategorikan Berbagai Faktor Penyebab

Setelah masalah didefinisikan dengan benar, seseorang kemudian harus memutuskan area masalah atau proses apa yang merupakan kunci untuk menentukan penyebab sebenarnya.

Untuk contoh kami, tiga bidang utama yang mungkin untuk dipertimbangkan adalah:

  • Pengguna
  • Layanan
  • Sistem berlangganan

Jika setelah analisis berjalan dan ditemukan faktor-faktor lain, bisa saja ditambahkan. Tapi usahakan jangan sampai melebihi 10 kategori.

Tips dalam Mengkategorikan Berbagai Faktor Penyebab

  • Sudah ada template pengkategorian yang bisa digunakan untuk menggambarkan area utama ini. Di bidang manufaktur, 6 Ms adalah yang paling populer. Industri jasa dan pemasaran masing-masing menggunakan 5 S dan 8 P. Gunakan template ini sebagai titik awal pemecahan masalah yang efisien.

3.Tentukan Berbagai Penyebab dalam Tiap Kategori

Sekarang setelah kategori dari masalah ditentukan, cobalah cermati masing-masing kategori dan tentukan berbagai akar masalahnya.

Faktor Sistem Berlangganan:

  • Pilihan pembayaran tidak banyak/sulit.
  • Penjelasan tentang sistem pembayaran dan pendaftaran sulit ditemukan.
  • Sistem tidak mengirimkan notifikasi untuk pembaruan berlangganan.

Faktor Pengguna:

  • Pengguna merasa harga yang ditawarkan untuk lanjut berlangganan terlalu mahal.
  • Pengguna merasa pilihan channel yang disediakan tidak menarik.
  • Pengguna merasa lama dilayani customer service.

Faktor Layanan:

  • Layanan siaran tidak stabil, sering freeze
  • Layanan siaran sulit digunakan (menggunakan bahasa asing).
  • Layanan siaran rentan terpengaruh cuaca buruk.

Di atas hanya beberapa penyebab potensial. Anda harus mengisi diagram tulang ikan Anda dengan sebanyak mungkin penyebab yang dapat Anda temukan.

Anda sekarang memiliki titik awal untuk penentuan akar penyebab masalah Anda. Untuk maju, Anda perlu menyelidiki setiap penyebab untuk menetapkan efek aktualnya pada output Anda.

Tips dalam Menentukan Penyebab

  • Pertimbangkan untuk menjalankan sesi curah pendapat, menyusun peta proses dan survei kepuasan konsumen untuk menghasilkan penyebab yang lebih baik untuk diagram tulang ikan Anda.
  • Undang karyawan dari divisi/departemen lain untuk memastikan semua penyebab potensial diidentifikasi.
  • Beberapa penyebab mungkin memiliki beberapa sub-penyebab. Perluas diagram tulang ikan Anda secara bertahap untuk dapat menjangkau semua penyebab.

Baca juga: Struktur Organisasi Perusahaan Beserta Tugasnya Secara Rinci

4.Gunakan Diagram Sebagai Alat Perencanaan Untuk Menyelesaikan Masalah

Perlu diingat bahwa diagram tulang ikan adalah alat, bukan solusi. Fishbone analysis sangat berguna dalam mengenali dan menemukan masalah mana yang dapat Anda kendalikan lalu dicarikan pemecahannya. Proses menemukan solusi atas berbagai permasalahan yang telah tergambar pada fishbone analysis di atas dapat dilakukan dengan peta proses dan brainstorming.

Peta Proses

Peta proses pada dasarnya adalah diagram alur dari sebuah sistem, yang menunjukkan semua input dan outputnya. Peta proses palign cocok diterapkan pada industri manufaktur, di mana Anda memiliki proses yang jelas, dengan langkah-langkah yang dilalui sebuah produk.

Pemetaan proses membuat Anda melihat setiap langkah dalam membuat produk secara berurutan dan mengenali berbagai faktor yang berpotensi mempengaruhinya.

Sebuah peta proses sangat efektif untuk memastikan bahwa semua langkah dan pengaruh dalam suatu sistem dipertimbangkan. Dengan mendefinisikan peta proses, Anda dapat dengan jelas mengidentifikasi penyebab potensial dan menambahkannya ke diagram tulang ikan Anda.

Curah Pendapat

Brainstorming atau curah pendapat adalah alat analisis yang cukup efektif ketika digunakan dalam bisnis. Karena sifatnya yang menampung banyak pendapat dari semua sisi. Hal ini tentu akan mengurangi subjektivitas dan di sisi lain menambah sudut pandang permasalah secara menyeluruh.

Sesi brainstorming harus menjadi sesi rapat yang jelas dan melibatkan semua anggota yang berperan. Seseorang harus memimpin sesi, mencatat ide-ide yang ditawarkan oleh anggota tim, dan memberikan waktu untuk mendiskusikan hal-hal yang kurang disepakati.

Kunci dari sesi brainstorming yang sukses adalah menyeimbangkan pertemuan terstruktur sambil memastikan semua topik yang relevan dibahas. Keluaran utama dari sesi brainstorming adalah daftar penyebab untuk dimasukkan ke dalam diagram tulang ikan Anda.

Setelah diagram tulang ikan Anda disimpulkan, pastikan bahwa langkah-langkah penyelesaiannya dipahami jelas oleh semua anggota tim. Hal ini bisa jadi akan melibatkan pendelegasian tugas kepada anggota lain. Pastikan bahwa tenggat waktu yang jelas ditetapkan agar ada tindak lanjut yang bisa direncanakan.

Kiat perencanaan ke depan:

  • Jika Anda tidak yakin penyebab apa yang harus diselidiki, dengan berkolaborasi dengan anggota tim, Anda dapat mengembangkan matriks sebab dan akibat. Dengan cara ini, penyebab diurutkan dari yang paling penting hingga yang paling tidak penting, berdasarkan pengalaman dan temuan anggota tim.
  • Jika Anda tertarik untuk mengatasi akar penyebab masalah dan bukan hanya gejalanya, terapkan teknik 5W.

5 Tips Cara Membuat Analisis Fishbone Anda Selanjutnya Lebih Efektif

Lima tips akan membantu Anda mendapatkan hasil maksimal dari analisis tulang ikan Anda.

1) Pastikan Anda memiliki data yang benar.

2) Pastikan sebab dan akibatnya jelas.

3) Tetap sederhana dan mudah dibaca.

4) Pastikan Anda memiliki pernyataan masalah yang jelas di awal diagram tulang ikan Anda.

5) Sertakan semua temuan Anda di satu tempat, sebaiknya pada ringkasan atau slide kesimpulan di akhir presentasi Anda.

Kesimpulan dan Ringkasan

Kesimpulannya, diagram tulang ikan adalah alat yang hebat untuk mengetahui akar penyebab masalah apa pun dengan suatu produk. Dengan menggunakannya untuk mengidentifikasi secara visual jalur berbeda yang mengarah ke masalah, Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi tindakan apa yang dapat diambil untuk memperbaiki masalah ini di masa mendatang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version