Contoh Sikap Inklusif: Pengertian dan Tujuannya dalam Pendidikan

contoh sikap inklusif

Guna memahami dan menyebutkan contoh sikap inklusif, penting terlebih dulu memahami pengertian dan tujuan sikap ini, khususnya pada bidang pendidikan.

Inklusivitas adalah keterbukaan suatu komunitas terhadap toleransi dan penghormatan terhadap budaya dan keragaman, tanpa campur tangan atau penilaian oleh mayoritas.

Istilah “inklusi” sering digunakan dalam hubungannya dengan keanekaragaman.

Namun, istilah ’keanekaragaman’ kadang-kadang digunakan untuk merujuk secara khusus pada multikulturalisme.

Inklusi: Suatu bentuk komunitas di mana orang diperlakukan sama oleh pihak berwenang dan disambut tanpa diskriminasi.

Tidak membeda-bedakan teman merupakan bentuk sikap inklusif pada dunia pendidikan.

Kata inklusif mengacu pada gambaran masyarakat yang terbuka terhadap keragaman budaya.

Inklusif menggambarkan keterbukaan masyarakat terhadap toleransi, penerimaan, dan interaksi dengan budaya lain.

Mengutip dari Gramedia.com, eksklusif adalah kebalikan dari inklusif.

Pengertian eksklusif adalah sekelompok orang yang membatasi, memisahkan, dan menutup diri dari luar.

Kelompok lain akan dibatasi oleh kelompok eksklusif ini.

Baca juga: Arti Percaya Diri Adalah: Pengertian, Manfaat & Contoh Percaya Diri

Pengertian inklusif menurut KBBI adalah termasuk atau dihitung.

Kata inklusif berasal dari bahasa Inggris, yaitu “inclusion”, yang artinya mengajak atau memasukkan.

Sedangkan, kata eksklusif berasal dari kata “exclusion” yang artinya menghilangkan atau memisahkan.

Inklusivitas adalah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan lingkungan yang lebih terbuka.

Pendidikan inklusif bertujuan untuk mengajak dan melibatkan semua orang yang memiliki latar belakang berbeda.

Sikap inklusif berguna untuk menerapkan dan memahami masalah.

Inklusi ini bertujuan untuk mengajak dan berpartisipasi dalam lingkungan.

Kelompok masyarakat inklusif akan terbuka di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Contoh sikap inklusif dalam lingkungan adalah menghormati yang lebih tua dan menghormati yang lebih muda.

Pada dasarnya, sikap inklusif membantu menjaga hubungan antarmanusia.

Sikap ini perlu diterapkan untuk memahami perbedaan suku, budaya, latar belakang, status, hingga karakteristik.

Menurut Marriam D. Skrdjen, tujuan pendidikan inklusi adalah untuk mengurangi kekhawatiran, membangun loyalitas dalam persahabatan, sikap konstruktif, dan rasa hormat.

Baca juga: Cara Menghadapi Karyawan yang Bad Attitude

Manfaat Inklusif

  • Dapat membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan.
  • Mengurangi sikap diskriminatif.
  • Pendidikan anak sekolah akan dilibatkan dan diberdayakan kepada masyarakat.
  • Perencanaan dan pemantauan kualitas pendidikan
  • Mengetahui hambatan yang terkait dengan sosial dan masalah
  • Sikap menghargai perbedaan budaya dan tradisi yang dianut.
  • Bisa menghargai orang lain, bisa menghargai diri sendiri.
  • Menyadari bahwa setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama.
  • Mengembangkan masyarakat yang berpikiran terbuka dan cerdas
  • Menciptakan tatanan komunitas yang lebih dekat satu sama lain
  • Perkembangan produktivitas telah membantu membangun kehidupan yang lebih baik.

Contoh Sikap Inklusif

  • Membantu orang tua untuk menyeberang jalan.
  • Memberikan prioritas tempat duduk untuk ibu hamil dan lansia
  • Hormati yang lebih tua.
  • Membantu orang yang kesusahan.
  • Melakukan bersih desa secara gotong royong
  • Membantu tetangga memperbaiki jalan yang rusak
  • Melaporkan kepada pihak berwenang jika ada fasilitas yang rusak.
  • Berteman dengan semua orang tanpa prasangka.
  • Bersikap ramah kepada semua orang.
  • Menghargai setiap orang yang berbeda suku, agama, dan budaya.

Baca juga: 10 Tips Untuk Bersikap Tenang Sekaligus Berwibawa

Tujuan Pendidikan Inklusif

Pada dasarnya setiap orang berhak mendapatkan pendidikan.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 5 ayat 1 berbunyi ‘bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang sama dan berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan’.

Peningkatan kualitas pendidikan, persamaan hak dan kewajiban serta meminimalisir diskriminasi adalah hal-hal yang dibawa dalam pendidikan inklusif.

Anak berhak mendapatkan pendidikan dan perkembangan.

Menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, pendidikan penting untuk proses penerimaan, respon terhadap keragaman dan kebutuhan semua siswa.

Sehingga siswa dapat memahami dan berpartisipasi dalam pembelajaran, budaya dan komunikasi.

Manfaat pendidikan inklusi

  • Membantu meningkatkan kesadaran siswa dan kebutuhan belajar.
  • Guru dan siswa merasa nyaman dengan keragaman.
  • Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendapatkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kualitasnya.
  • Ada keragaman, non-diskriminasi, dan saling menghormati di sekolah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version