10 Cara Merekrut Karyawan yang Berkualitas

cara merekrut karyawan yang berkualitas

Bagaimana cara merekrut karyawan yang berkualitas? Pertanyaan ini telah ditanyakan oleh banyak pengusaha selama bertahun-tahun. Jawabannya sederhana – Anda harus mulai dari awal.

Merekrut karyawan berarti menemukan orang yang cocok dengan organisasi Anda. Ini bukan hanya tentang menemukan seseorang yang memiliki semua keterampilan yang Anda inginkan, tetapi juga seseorang yang cocok dengan budaya dan nilai-nilai perusahaan Anda. 

Merekrut karyawan adalah kegiatan yang melibatkan identifikasi, penyaringan, wawancara, perekrutan, pelatihan, dan evaluasi pelamar kerja untuk peluang kerja.

Merekrut talenta terbaik tidak selalu mudah. Bahkan, butuh waktu, tenaga dan kesabaran. Jika Anda ingin merekrut kandidat terbaik, Anda harus mengikuti langkah-langkah ini.

1. Menyeleksi CV

CV adalah dokumen yang berisi informasi tentang riwayat atau kualifikasi profesional seseorang. CV biasanya diberikan kepada calon majikan selama wawancara kerja.

Anda harus selalu memeriksa CV kandidat sebelum mempekerjakan mereka. Hal utama yang Anda sebaiknya fokuskan adalah apakah mereka memiliki pengalaman dan keterampilan yang relevan. Jika tidak, maka kecil kemungkinan mereka akan memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan itu.

Jangan lupa untuk menghubungi para kandidat yang Anda pilih. Mereka akan senang mengetahui apa yang Anda sukai dari CV mereka.

2. Gunakan Psikotes Untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas

Tes psikologi adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur ciri-ciri kepribadian, sikap, kemampuan, minat, nilai, motivasi, dan respons emosional. Tes psikologi dapat digunakan untuk tujuan seleksi, walaupun asesmen tersebut tidak selalu dapat memprediksi kinerja seseorang.

Tes psikologi yang paling umum adalah tes IQ, yang mengukur intelligence quotient (IQ). Ada banyak jenis tes IQ, termasuk tes verbal, nonverbal, prestasi, dan bakat. Tes bakat dirancang untuk mengevaluasi keterampilan seperti memori, perhatian, konsentrasi, persepsi visual, bahasa, pemecahan masalah, dan lain-lain. Mintalah saran dari profesional psikolog tentang pemilihan alat tes yang sesuai dengan tujuan perekrutan Anda.

Baca juga: 7 Tugas Staff HRD Dalam Mendukung Perusahaan Sepenuhnya

3. Tes Bidang Kerja

Tujuan dari tes lapangan kerja adalah untuk menentukan apakah pelamar akan dapat melakukan pekerjaan dengan memuaskan di bawah kondisi kerja yang sebenarnya. Ini digunakan untuk membantu pemberi kerja memutuskan apakah mereka harus mempekerjakan seseorang atau tidak. Serta membantu memastikan apakah calon karyawan benar-benar memenuhi persyaratan dan kemampuan yang dibutuhkan seperti yang tercantum dalam CV mereka.

4. Tes Wawancara

Proses wawancara adalah salah satu bagian terpenting dalam mempekerjakan seseorang yang baru di perusahaan Anda. Ini memberi Anda kesempatan untuk melihat orang seperti apa mereka, dan apakah mereka cocok dengan tim Anda.

Cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang tepat untuk tim Anda adalah dengan mengajukan pertanyaan tentang diri mereka sendiri. Semakin spesifik Anda dapat membuat pertanyaan-pertanyaan itu, semakin mudah untuk menentukan apakah mereka cocok.

5. Minta referensi

Referensi biasanya diminta oleh pemberi kerja yang ingin tahu apakah calon karyawan betul pernah bekerja dengan perusahaan lain sebelumnya. Referensi kerja juga berguna dalam melihat riwayat rekrutan Anda di kantor lama, bagaimana performance mereka dipandang dari kacamata atasan atau supervisor mereka

Referensi kerja biasanya diminta oleh pemberi kerja saat merekrut karyawan baru. Mereka digunakan untuk memverifikasi pengalaman kerja dan keterampilan pelamar. Referensi ini juga berguna dalam memverifikasi riwayat pekerjaan kandidat sebelumnya.

Proses mengumpulkan referensi pekerjaan secara sederhana adalah sebagai berikut. Dari perusahaan yang akan menerima rekrutan mengirimkan permintaan kepada perusahaan sebelumnya, bersama dengan surat pengantar yang menjelaskan mengapa mereka meminta referensi.

Setelah referensi diberikan, pemberi kerja memverifikasi keakuratannya dengan menghubungi perusahaan yang memberikan referensi. Jika referensi tidak sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemohon, pemberi kerja dapat memilih untuk mengabaikannya.

6. Surat Perjanjian Kerja

Surat perjanjian kerja merupakan dokumen penting yang harus ditandatangani oleh setiap pemberi kerja sebelum mempekerjakan seseorang. Surat Perjanjian Kerja adalah kontrak antara seorang karyawan dan majikannya yang ditandatangani setelah karyawan menerima tawaran pekerjaan.

Jenis perjanjian ini juga dikenal sebagai non-compete clause. Ini melindungi kedua belah pihak dari tuntutan jika mereka melanggar kewajiban mereka berdasarkan kontrak.

Surat kontrak kerja harus mencakup semua informasi yang disyaratkan oleh undang-undang, termasuk rincian gaji dan bonus. Itu juga harus menentukan berapa lama karyawan akan tetap bekerja di perusahaan, apa yang akan mereka lakukan, dan tanggung jawab tambahan apa pun yang mungkin mereka miliki.

7. Jadikan Kompetitif

Cara terbaik untuk menarik bakat-bakat terbaik adalah dengan menawarkan gaji yang kompetitif dan lingkungan kerja yang baik. Selain itu, penting untuk menawarkan kesempatan pelatihan dan program pengembangan karir. Ini akan memberi mereka kesempatan untuk tumbuh secara profesional dan membangun jaringan yang kuat di dalam perusahaan.

8. Hindari Alasan Simpati atau Koneksi

Jika Anda mencari karyawan berkualitas, maka Anda tidak boleh menerima mereka karena kasihan atau karena mereka kenalan Anda. Anda harus mencari kandidat yang paling cocok dengan kepribadian yang kuat dan motivasi tinggi untuk bekerja keras dan menghasilkan prestasi kerja yang bagus.

Untuk jangka panjang, akan selalu lebih baik untuk mempekerjakan calon karyawan dengan kualifikasi yang tepat, dibanding mempekerjakan orang yang berkualifikasi meragukan walaupun Anda punya hubungan pertemanan dengan mereka.

Baca juga: Apa Itu Manajemen SDM, Pengertian Serta Fungsi Lengkapnya

9. Out of The Box

Merekrut dengan cara unik berarti perusahaan Anda mencari karyawan baru melalui cara yang tidak umum. Perekrutan kreatif adalah cara unik untuk menarik talenta terbaik. Tujuan utama perekrutan kreatif adalah untuk membantu Anda, pemberi kerja, menemukan orang yang tepat untuk bisnis Anda. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kreativitas dan imajinasi Anda untuk menghasilkan ide-ide yang sesuai dengan tujuan dan sasaran bisnis Anda.

10. Tepati janji

Setelah Anda merekrut orang yang tepat, tantangan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan mereka. Pada dasarnya, karyawan akan merasa puas jika janji pertama yang mereka dapatkan setelah wawancara cocok dengan pelaksanaannya. Jadi, yang utama adalah Anda sebagai pemberi kerja menepati janji saat wawancara. Cara terbaik untuk memastikan bahwa Anda memenuhi janji Anda adalah dengan menuliskannya. Ini membantu Anda mengingat apa yang dijanjikan dan memastikan bahwa Anda tidak melupakan apa pun.

Itulah beberapa tahap sebagai cara merekrut karyawan yang berkualitas. Proses ini akan memerlukan waktu, tenaga dan kesabaran. Eksplorasi tiap tahapan dan tetaplah membuka ruang untuk perbaikan ke depannya. Agar kualitas rekrutan karyawan Anda semakin mendekati yang diinginkan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.