Cara Meningkatkan Kinerja Organisasi: Hindari 5 Hal Berikut

cara meningkatkan kinerja organisasi

Cara meningkatkan kinerja organisasi adalah topik yang berulang-ulang muncul.

Akan ada masanya seorang karyawan, biasanya level manajerial, mencari jawaban soal topik ini di internet.

Pertama kita harus memahami bahwa konsep peningkatan kinerja organisasi sendiri adalah topik yang kompleks. Setiap pakar dan ahli punya sudut pandang masing-masing dalam menjawab dan menjelaskan.

Praktiknya pun tidak kalah seru, tiap organisasi dan perusahaan pasti punya cara yang berbeda-beda dalam mengaplikasikan berbagai teori dan paradigma ini pada lingkungan kerjanya.

Tapi terlepas dari pendekatan yang Anda dan organisasi Anda gunakan, meningkatkan kinerja organisasi membutuhkan banyak waktu dan usaha, tapi pada akhirnya imbalannya luar biasa.

Artikel berikut akan mencoba memberikan Anda pemahaman dasar dari definisi kinerja organisasi, alasan penting di baliknya, faktor-faktor apa saja yang berpengaruh, hingga cara meningkatkan kinerja organisasi.

Pengertian Kinerja Organisasi

Kinerja organisasi mengacu pada kinerja perusahaan atau organisasi. Ini biasanya diukur dengan kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga dapat diukur dengan metrik lain seperti kepuasan pelanggan, keterlibatan karyawan, dan kualitas produk.

Kinerja organisasi adalah ukuran seberapa baik kinerja perusahaan atau organisasi dalam hal ukuran keuangan dan non-keuangan.

Kinerja organisasi adalah sejauh mana organisasi mencapai tujuannya. Ini adalah ukuran seberapa baik organisasi mengelola sumber daya dan prosesnya untuk mencapai tujuannya.

Kinerja organisasi dapat didefinisikan sebagai kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya dan mewujudkan misinya.

Baca juga: 11 Tips Bekerja Dengan Ikhlas dan Penuh Loyalitas

Mengapa Kinerja Organisasi Itu Penting?

Perusahaan menghadapi berbagai tantangan di era modern. Penting untuk memiliki organisasi yang berfungsi dengan baik yang dapat membantu mereka mengatasi tantangan ini.

Kinerja organisasi mempengaruhi cara perusahaan beroperasi dan memberikan layanan kepada pelanggan mereka. Ini juga menentukan bagaimana perusahaan bersaing untuk mendapatkan pelanggan dan bagaimana mereka membuat karyawan mereka termotivasi.

Organisasi yang mampu meningkatkan kinerja organisasinya cenderung mengalami manfaat yang signifikan, seperti peningkatan efektivitas, peningkatan produktivitas, biaya yang lebih rendah, dan margin keuntungan yang lebih tinggi.

Kinerja organisasi penting bagi perusahaan karena membantu mereka membuat keputusan yang bermanfaat bagi bottom line mereka. Ini juga membantu mereka untuk memutuskan strategi mereka dan bagaimana mereka ingin dianggap di pasar.

Kinerja perusahaan menjadi penting karena berdampak pada keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini juga berdampak pada seberapa baik perusahaan akan mampu bersaing dengan perusahaan lain di industri.

Pentingnya kinerja perusahaan dapat dilihat dari dampaknya terhadap kesehatan keuangan perusahaan dan bagaimana hal itu berdampak pada usaha mereka di masa depan.

Alasan utama mengapa perusahaan tertarik untuk memahami kinerja mereka adalah karena mereka perlu mengetahui seberapa baik yang mereka lakukan sehingga mereka dapat melakukan penyesuaian untuk kesuksesan di masa depan.

Baca juga: 10 Unsur-Unsur Pelayanan Prima Serta Manfaatnya Bagi Loyalitas

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Organisasi

Organisasi adalah sistem yang kompleks. Mereka terdiri dari orang, proses, teknologi, budaya, dan banyak faktor lainnya.

Ketika faktor-faktor ini digabungkan, mereka menciptakan sistem yang mempengaruhi kinerja organisasi.

Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kinerja organisasi: kepemimpinan, budaya, dan teknologi.

Kepemimpinan

Pemimpin bertanggung jawab untuk menetapkan arah dan memotivasi karyawan untuk mencapai tujuan. Pemimpin harus menetapkan harapan yang jelas dan berkomunikasi secara efektif.

Budaya

Budaya perusahaan adalah nilai, keyakinan, sikap, perilaku, dan praktik yang dimiliki bersama. Budaya mempengaruhi motivasi dan produktivitas karyawan.

Teknologi

Teknologi merupakan faktor utama yang mempengaruhi kinerja organisasi. Teknologi membantu organisasi beroperasi secara efisien dan efektif.

Bagaimana Mengukur Kinerja Organisasi

Ada banyak cara untuk mengukur kinerja organisasi, tetapi berikut adalah tiga metode umum: kinerja keuangan, kepuasan pelanggan dan keterlibatan karyawan.

Kinerja keuangan

Kinerja keuangan biasanya diukur dengan menggunakan metrik seperti pendapatan, laba, dan laba atas investasi.

Misalnya, sebuah perusahaan dapat menggunakan angka penjualan tahunannya untuk menghitung pendapatan per karyawannya. Angka ini memberi tahu organisasi berapa banyak uang yang dihasilkan per pekerja.

Kemudian, perusahaan dapat membagi total pendapatannya dengan total tenaga kerjanya untuk menentukan berapa banyak uang yang dihasilkan rata-rata per pekerja.

Perhitungan ini memberikan gambaran seberapa baik kinerja keuangan perusahaan.

Kepuasan pelanggan

Kepuasan pelanggan sering diukur dengan menggunakan survei. Misalnya, pelanggan dapat menilai kualitas produk dan layanan yang mereka terima.

Mereka juga dapat menilai tingkat layanan yang diberikan oleh karyawan.

Sebuah perusahaan kemudian dapat membandingkan hasil surveinya dengan perusahaan serupa untuk melihat di mana posisinya relatif terhadap pesaing.

Keterlibatan karyawan

Keterlibatan karyawan biasanya diukur dengan menggunakan survei. Karyawan dapat menilai kepuasan kerja mereka sendiri, jumlah pelatihan yang mereka terima, dan apakah mereka merasa dihargai oleh manajemen.

Perusahaan kemudian dapat membandingkan hasil survei karyawannya dengan perusahaan berukuran sama untuk melihat di mana peringkatnya di antara rekan-rekan.

Ketiga ukuran kinerja organisasi ini penting.

Namun, mereka tidak menceritakan keseluruhan cerita tentang kinerja organisasi.

Bahkan, mereka bahkan tidak menceritakan keseluruhan cerita tentang karyawan individu.

Itu sebabnya beberapa organisasi menggunakan kombinasi kinerja keuangan, kepuasan pelanggan, dan keterlibatan karyawan untuk mengukur kinerja organisasi.

Saat mengukur kinerja organisasi, penting untuk mempertimbangkan keseluruhan gambaran.

Lagi pula, tidak ada satu pun metrik yang dapat menceritakan keseluruhan cerita.

Sebagai gantinya, Anda perlu menggabungkan beberapa pengukuran untuk memberikan gambaran lengkap tentang kinerja organisasi.

Terlebih lagi, Anda harus selalu ingat bahwa kinerja organisasi itu dinamis.

Sebagai organisasi berubah dari waktu ke waktu, demikian juga harus sistem pengukurannya.

Misalnya, jika sebuah perusahaan menambahkan lini produk baru, ia perlu menyesuaikan sistem pengukuran yang ada.

Dengan menggabungkan beberapa pengukuran, Anda dapat memastikan bahwa organisasi Anda terus berperforma baik seiring pertumbuhan dan perkembangannya.

Baca juga: 12 Cara Menghadapi Atasan Sombong dan Arogan di Tempat Kerja

Cara Meningkatkan Kinerja Organisasi

Pada bagian ini, kita akan melihat lebih dekat kesalahan paling umum yang dilakukan organisasi ketika mencoba meningkatkan kinerja organisasi, dan kami akan memberikan tips untuk menghindari kesalahan ini.

1. Terlalu Berfokus pada Kinerja Individu

Sebagian besar organisasi terlalu fokus pada kinerja individu. Mereka berpikir bahwa jika mereka dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik, maka semua orang akan mengikutinya.

Pendekatan ini tidak berhasil.

Motivasi individu tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. Orang tidak akan bertahan lama dalam organisasi jika mereka tidak termotivasi untuk bekerja dengan baik.

Sebaliknya, organisasi harus fokus pada pengembangan budaya di mana orang merasa dihargai dan dihargai. Ini akan mengarah pada keterlibatan karyawan yang lebih besar dan tingkat kinerja organisasi yang lebih tinggi.

2. Mengabaikan Kebutuhan Karyawan

Banyak organisasi mengabaikan kebutuhan karyawan mereka.

Misalnya, banyak perusahaan menawarkan perlindungan asuransi kesehatan, tetapi gagal memenuhi kebutuhan karyawan mereka terkait akses ke perawatan kesehatan yang terjangkau.

Atau, banyak pemberi kerja menawarkan cuti berbayar, tetapi gagal mempertimbangkan kebutuhan karyawan mereka dalam hal fleksibilitas penjadwalan.

Pengusaha perlu memahami kebutuhan karyawan mereka dan memenuhi kebutuhan tersebut. Jika tidak, karyawan tidak akan terlibat, dan mereka tidak akan mau bertahan.

3. Mengabaikan Kepuasan Karyawan

Beberapa organisasi mengabaikan pentingnya kepuasan karyawan.

Mereka berasumsi bahwa jika mereka memberikan semua yang mereka inginkan kepada karyawan mereka, maka mereka akan bahagia.

Namun, ini tidak benar.

Orang tidak akan bertahan dalam organisasi jika mereka tidak bahagia. Sebaliknya, mereka mencari peluang di tempat lain.

Jadi, alih-alih berfokus untuk memberikan semua yang mereka inginkan kepada karyawan, organisasi harus fokus untuk menyediakan hal-hal yang mereka butuhkan.

4. Gagal Berkomunikasi dengan Jelas

Komunikasi merupakan salah satu kunci kinerja organisasi yang efektif.

Ketika karyawan tidak tahu apa yang diharapkan dari mereka, mereka berjuang untuk mencapai tujuan. Dan ketika mereka tidak tahu apa yang dituntut dari mereka, mereka menjadi terlepas.

Untuk menghindari masalah ini, organisasi harus berkomunikasi dengan jelas.

Misalnya, ketika manajer menetapkan harapan yang jelas dan terukur untuk tim mereka, karyawan lebih mungkin untuk berhasil.

Juga, ketika para pemimpin mengomunikasikan nilai anggota tim mereka, karyawan lebih mungkin merasa dihargai dan dihargai.

5. Gagal Mengukur Hasil

Akhirnya, beberapa organisasi gagal mengukur hasil.

Mereka berasumsi bahwa hanya menerapkan perubahan akan menghasilkan peningkatan kinerja.

Namun, anggapan ini salah.

Sangat penting untuk mengukur hasil sehingga Anda dapat menentukan apakah usaha Anda berhasil.

Jika tidak, Anda mungkin membuang waktu dan uang untuk menerapkan strategi yang tidak efektif.

6. Cara Meningkatkan Kinerja Organisasi: Lakukan Terus Menerus

Tahapan terakhir adalah lakukan peningkatan kinerja secara terus menerus. Langkah ini bisa terlaksana ketika Anda mampu memandang proses ini secara sistematis.

Pertama, mengidentifikasi masalah.

Anda perlu mencari tahu faktor mana yang menyebabkan dampak terbesar pada kinerja organisasi.

Selanjutnya, kembangkan rencana.

Setelah Anda mengidentifikasi masalah yang mempengaruhi kinerja organisasi, Anda perlu membuat strategi untuk memecahkan masalah ini.

Kemudian, implementasikan rencana tersebut. Informasikan impelementasi strategi dan kebijakan baru ini ke segenap elemen yang terkait.

Terakhir, evaluasi hasilnya.

Jika Anda berhasil menghindari kesalahan dan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat pastikan bahwa Anda telah menerapkan cara meningkatkan kinerja organisasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version