12 Cara Menghadapi Atasan Sombong dan Arogan di Tempat Kerja

12 Cara Menghadapi Atasan Sombong dan Arogan di Tempat Kerja

Cara menghadapi atasan sombong dan arogan dapat dijadikan sebagai solusi apabila Anda menemui situasi yang serupa. Seorang atasan memang harus dihargai karena mereka mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. Namun, seorang atasan yang egois cenderung akan membuat anggota di bawahnya merasa tidak nyaman, sehingga atmosfer yang tercipta kurang kondusif.

Barangkali, Anda sedang berhadapan dengan atasan yang selalu mencari kesalahan. Karena merasa tidak berwenang, seringkali Anda hanya menurut. Padahal, sebetulnya dalam hati Anda kurang nyaman dengan sikap yang demikian ini. Supaya Anda dapat bekerja secara maksimal, tentu atasan yang seperti ini harus disikapi dengan benar.

Setiap atasan memang mempunyai wewenang. Akan tetapi, bawahannya juga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Karena itu, berikut akan disampaikan mengenai tahapan yang efektif guna menghadapi atasan yang sombong serta arogan.

12 Cara Menghadapi Atasan Sombong dan Arogan

Atasan bukan berarti berhak untuk sewenang-wenang kepada bawahannya. Sebab, bawahan juga memiliki hak untuk dilindungi. Karenanya, sikap arogan dan sombong seharusnya tidak boleh dilakukan oleh atasan. Namun, jika Anda menemui atasan seperti yang telah disampaikan, pastinya tidak bisa menghindar.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Tentu saja harus dihadapi. Akan tetapi, menghadapi seorang atasan juga harus dengan etika yang benar. Berikut solusi untuk menghadapi pimpinan yang sombong:

1. Mengenali Lingkungan Sekitar

ilustrasi lingkungan kerja yang harus dikenali sebagai cara menghadapi atasan sombong dan arogan

Pengenalan lingkungan sekitar menjadi aspek yang krusial saat Anda ingin menghadapi atasan yang sombong dan arogan. Pasalnya, hal ini bisa membuat Anda mempunyai relasi yang luas sekaligus mengerti bagaimana keadaan lingkungan sekitar.

Anda pun bisa berkenalan dengan seluruh karyawan yang ada dalam tempat kerja. Kemudian, setelah Anda mengenali seluruh anggota divisi yang ingin dituju, maka Anda bisa melakukan perpindahan dengan mudah. Karenanya, hal ini akan sangat menguntungkan Anda.

Baca juga: Kalau Kerja Sudah Tidak Nyaman Lakukan 10 Tips Berikut

2. Inisiatif Dalam Melakukan Pembagian Tugas Antar Divisi

Jika ternyata atasan Anda saat ini tidak pernah menghargai apa yang Anda lakukan, bisa sekali untuk berinisiatif membantu pekerjaan dari divisi lain. Tentunya Anda harus melakukan yang terbaik supaya kinerja yang telah dilakukan bisa dilihat.

Setelah menyelesaikannya dengan maksimal, bukan tidak mungkin divisi tersebut akan menarik Anda untuk bergabung. Karena itu, Anda bisa terbebas dari atasan yang mungkin menyebalkan.

3. Menjadikan Kehadiran Anda Disadari Rekan Kerja

Saat orang lain menyadari kehadiran Anda, maka besar kemungkinannya aspirasi Anda akan lebih didengar. Hal ini bisa dilakukan melalui berkenalan dengan rekan kerja yang lain. Selain itu, Anda juga bisa membantu mereka untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Melalui aktivitas tersebut, Anda akan menjadi seorang yang dibutuhkan. Karenanya, bukan tidak mungkin suara yang Anda sampaikan menjadi lebih didengar oleh atasan.

4. Menyelesaikan Tugas Dengan Cara Terbaik

ilustrasi menyelesaikan tugas dengan baik sebagai cara menghadapi atasan sombong dan arogan

Ketika menjumpai atasan yang kurang bersahabat, Anda bisa menghadapinya melalui pembuktian bahwa Anda mampu menyelesaikan pekerjaan dengan sangat maksimal. Hal ini bisa membuat atasan melirik hasil pekerjaan Anda. Mereka pun cenderung akan lebih menghargai apa yang telah Anda lakukan.

Maka dari itu, sikap sombong dan arogan dari atasan tidak lagi Anda jumpai. Jadi, kerahkan seluruh kemampuan untuk menyelesaikan tugas Anda secara maksimal.

Baca juga: 11 Cara Ampuh Meningkatkan Produktivitas Kerja

5. Jangan Sampai Merendahkan Atasan

Cara menghadapi atasan sombong dan arogan selanjutnya yaitu dengan selalu menjaga sikap. Jangan sampai karena tindakan atasan yang kurang Anda sukai, justru menjadikan Anda bertindak tidak sopan. Bahkan, sampai merendahkan.

Manakala hal tersebut terjadi, maka posisi Anda menjadi terancam. Bisa saja atasan tersinggung, kemudian menetapkan keputusan untuk melakukan pemecatan terhadap Anda. Karena itu, sebaiknya jangan sampai ya merendahkan seorang atasan. Tetap hargai mereka, karena bagaimanapun, mereka adalah pemimpin Anda.

6. Melakukan Komunikasi Dengan Atasan

Barangkali, atasan Anda merupakan seorang yang cerewet, sehingga sangat peduli dengan suatu hal secara mendetail. Begitupun dengan sikapnya terhadap karyawan. Ia pasti seorang yang teliti, sehingga kesalahan sekecil apapun bisa dimengerti. Yang lebih parah, seringkali ia menegur dengan sangat sombong, sehingga para karyawannya kurang suka terhadap sikapnya itu.

Mungkin Anda merasa kurang nyaman dengan kondisi tersebut, Anda bisa melakukan komunikasi kepada atasan. Dengan catatan, Anda harus melakukan komunikasi secara tepat. Jangan sampai menimbulkan kesalahan penafsiran.

7. Memberikan Atasan Alternatif Pilihan

ilustrasi pilihan alternatif sebagai cara menghadapi atasan sombong dan arogan

Bisa jadi atasan bersikap kurang menyenangkan karena beberapa alasan. Termasuk di dalamnya karena kondisi perusahaan yang mungkin kurang baik. Dalam menghadapi keadaan seperti ini, Anda bisa berbicara secara personal kepada atasan dengan mengajukan beberapa opsi solusi yang tepat.

Hal tersebut bisa memudahkan atasan, sehingga bisa dipilih solusi yang paling cocok. Setelah semua teratasi, bukan tidak mungkin atasan Anda akan menjadi bersikap baik kepada bawahannya.

Baca juga: Buka Usaha Setelah Pensiun dari PNS: 13 Usaha yang Prospektif

8. Membantu Atasan untuk Membentuk Skill Leadership

Tanpa bermaksud menggurui, Anda bisa mengomunikasikan kepada atasan apabila sikapnya kurang disegani oleh bawahan. Anda pun dapat membantu atasan untuk menjadi seorang yang disukai anggota. Dengan demikian, atasan Anda bisa mengerti seperti apa figur pemimpin yang memang diinginkan oleh anggotanya.

Kondisi tersebut bisa membuat lingkungan kerja semakin kondusif. Jika Anda seorang PNS, maka keadaan ini bisa mendukung pemberian layanan terbaik kepada masyarakat.

9. Melakukan Pendekatan Secara Tepat

Selanjutnya, Anda dapat melakukan pendekatan untuk memberi tahu atasan apabila sikap yang dilakukannya terlalu sombong atau arogan. Atasan yang baik pasti mau mendengar saran serta kritik yang diberikan kepadanya.

Karena itu, Anda tidak perlu takut untuk menyampaikan. Namun, harus menggunakan pendekatan yang tepat, sehingga maksud Anda bisa tersampaikan seutuhnya.

10. Jangan Mudah Sakit Hati

Mungkin, saat atasan bersikap kurang mengenakkan, Anda berpikir bahwa mereka tidak menyukai kita. Padahal, sebetulnya belum tentu demikian. Sebaiknya Anda tidak mudah sakit hati dan membiasakan diri untuk selalu berpikir positif.

11. Selalu Siap Dengan Kondisi Lingkungan Kerja

Mempunyai atasan yang kurang disegani membuat Anda harus selalu siap dengan fluktuatifnya dunia kerja. Karena itu, Anda harus mempersiapkan diri dengan baik guna menghadapi apapun kondisinya.

Tentunya seorang pekerja yang baik itu mampu beradaptasi dengan cepat. Maka dari itu, mereka cenderung fleksibel serta mudah menyesuaikan.

12. Putuskan Secara Matang untuk Pindah atau Berhenti

Apabila Anda merasa sudah tidak kuat menghadapi atasan yang sombong dan arogan, Anda bisa mengambil keputusan untuk pindah atau berhenti. Akan tetapi, hal ini harus dipikirkan secara matang. Jangan sampai justru menimbulkan dampak buruk bagi Anda sendiri.

Pada bagian sebelumnya telah diuraikan mengenai 12 cara menghadapi atasan sombong dan arogan. Anda bisa menerapkannya apabila menjumpai atasan yang bersikap seperti itu. Hal ini dimaksudkan supaya kinerja tim selalu sinergis, sehingga tidak akan terjadi miss dalam pengerjaan.

Selain sombong, Anda pun mungkin pernah merasa atasan tidak menghargai apa yang telah Anda lakukan. Namun, bawahan yang baik bukan yang seorang yang pemarah. Misalnya, jika menemui atasan yang kurang disukai, langsung marah, Kondisi yang demikian justru dapat memperkeruh suasana.

Karenanya, baik atasan maupun bawahan harus saling menghargai. Bawahan harus menghargai setiap keputusan yang diambil oleh pimpinannya. Boleh mengajukan pendapat, tetapi harus dengan sopan. Kemudian, atasan juga bukan berarti bisa semena-mena, melainkan harus mengayomi anggotanya. Dengan demikian, dunia kerja menjadi sangat kondusif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.