10 Cara Mengendalikan Emosi Seseorang Melalui Sikap Diri yang Positif

ilustrasi meditasi sebagai cara mengendalikan emosi seseorang

Supaya lawan bicara tidak tersakiti atau tidak ada masalah kedepannya, dibutuhkan cara mengendalikan emosi seseorang. Emosi menurut Magda Arnold merupakan interpretasi kognitif dari rangsangan emosional. Sedangkan menurut Daniel Goleman, merupakan pergolakan antara nafsu, pikiran, dan setiap keadaan mental yang meluap-luap atau berlebihan. Emosi bisa dirasakan anak, wanita, pria, maupun remaja.

Menurut psikologi, sebenarnya emosi ada banyak, namun salah satunya adalah emosi marah. Hanya diri sendiri sebenarnya yang bisa mengendalikan, yaitu dengan cara mengontrolnya. Menurut Islam, emosi marah sebaiknya benar-benar dikendalikan supaya tidak ada kata yang menyakitkan orang lain.

Dalam kesempatan kali ini akan dibahas bagaimana caranya untuk bisa mengendalikan emosi diri sendiri supaya kondisi hubungan dengan lawan bicara tetap baik-baik saja.

Cara Mengendalikan Emosi Seseorang

Bahaya emosi yang tidak bisa dikendalikan tak hanya untuk diri sendiri saja, melainkan juga untuk orang lain. Anda bisa membuat orang di sekitar Anda menjadi ketakutan atas diri Anda, yang mana sebenarnya mungkin Anda punya sisi friendly. Untuk Anda, terus-terusan meluapkan emosi juga tidak baik untuk kesehatan atau fisik.

1. Mencoba Tidak Berkata Apapun

Cobalah untuk tidak berkata apapun supaya lawan bicara atau orang-orang di sekitar Anda tidak panik. Boleh jadi mereka lah yang membuat Anda emosi, namun jangan menambahinya dengan membuat mereka panik atau takut pada Anda. Daripada harus berkata-kata yang menyakitkan atau salah pilih kata, akan lebih baik jika cari solusinya saja.

2. Menarik Napas yang Dalam

ilustrasi menarik napas dalam sebagai cara mengendalikan emosi seseorang

Selain itu, Anda bisa mencoba untuk lebih rileks dari emosi yang sudah membakar dengan menarik napas dalam-dalam. Sirkulasi darah akan bekerja lebih baik jika nafas yang dihirup sempurna dengan oksigen yang maksimal. Selain menarik napas yang dalam, pastikan juga perlahan, bukan terburu-buru mengeluarkannya.

3. Melakukan Relaksasi

Ada relaksasi ringan yang bisa Anda lakukan supaya otak tidak tegang karena merasakan emosi yang ingin diluapkan. Seperti misalnya merelaksasikan leher, kaki, tangan, atau bagian tubuh lainnya. Cara ini disarankan untuk Anda yang sedang berada dalam meeting atau aktivitas yang tidak bisa ditinggal. Melakukan hal ini tidak akan jadi masalah bagi lawan bicara.

4. Mencari Frasa yang Menenangkan

Cara nomor empat ini bisa dikatakan sebagai hipnotis mandiri. Anda disarankan untuk mencari frasa atau kalimat yang menurut Anda menyenangkan. Seperti misalnya, frasa bahwa orang yang Anda sayang tidak suka Anda emosi. Atau mungkin meyakinkan diri Anda sendiri bahwa Anda tidak punya banyak waktu untuk meluapkan emosi.

5. Mendengarkan Musik

Mendengarkan musik bisa membuat kondisi psikis Anda berubah, entah itu menjadi sedih karena teringat kenangan kelam, menjadi senang karena Anda mendengar lagu kesukaan, atau menjadi lebih bersemangat karena mendengarkan musik rock. Apapun itu, mendengarkan musik bisa jadi cara untuk kendalikan emosi.

Di saat Anda sudah mencoba tidak emosi dan ternyata tidak bisa, cobalah untuk mendengarkan musik. Gunakan headset atau headphone supaya tidak mengganggu rekan kerja Anda yang sedang bekerja.

Baca juga: Trik Lulus CPNS Sistem CAT: 13 Strategi yang Harus Dilakukan

6. Mencoba Sesuatu yang Berbeda

ilustrasi mencoba sesuatu yang berbeda

Melakukan hal yang berbeda bisa berpengaruh terhadap kondisi psikis Anda. bisa saja, saat ini Anda merasa sangat emosional karena selalu tidur larut, atau mungkin terlalu banyak minum kopi sehingga tensi darah Anda naik.

Jika benar ada dari aktivitas atau rutinitas Anda yang membuat Anda jadi seseorang yang emosional. Cobalah untuk melakukan hal yang berbeda. akan ada usaha besar untuk melakukannya. Namun jika jalan ini lah satu-satunya solusi yang efektif, mengapa tidak dicoba?

7. Menenangkan Diri

Cara mengendalikan emosi seseorang yang selanjutnya adalah untuk menenangkan diri. Akan sulit jika belum terbiasa, namun Anda harus mengusahakannya. Hanya Anda yang bisa melakukannya, tanpa bantuan seseorang dan tanpa menggunakan benda-benda.

Cara menenangkan diri bisa dengan apa saja yang bisa membuat Anda lebih rileks. Misalnya dengan memikirkan aktivitas apa yang dilakukan nanti sepulang kerja, kemana liburan selanjutnya, atau membuat jadwal untuk bertemu dengan orang tersayang. Memikirkan hal-hal ini akan membuat Anda lebih tenang.

8. Menghentikan Aktivitas Sejenak

Katakan pada lawan bicara Anda bahwa Anda akan keluar sebentar dari ruangan, sebentar saja. Lawan bicara Anda akan memahami apa yang sedang terjadi pada Anda, dan mereka pasti paham justru pilihan yang Anda ambil ini berguna untuk menyelamatkan diri Anda dan lawan bicara.

Coba berhenti sejenak melakukan aktivitas yang sebelumnya dilakukan. Ini bisa jadi pengalihan, apa yang bisa dilakukan di luar ruangan bisa apa saja. Namun yang jelas, Anda akan kembali dengan keadaan lebih rileks daripada sebelumnya.

Baca juga: 11 Cara Ampuh Meningkatkan Produktivitas Kerja

9. Mencoba Menulis Apa yang Menyebabkan Anda Cemas

menulis sebagai salah satu cara mengendalikan emosi

Bisa dicoba menulis segala hal yang selama ini membuat Anda cemas atau khawatir. Apa yang membuat Anda cemas bisa jadi akar masalah mengapa Anda lebih sering emosi daripada merasa damai atau tentram. Percaya atau tidak, cara ini sangat disarankan untuk dilakukan karena bisa berikan perbedaan antara sebelum dan sesudahnya.

Setelah Anda tahu dan bisa membaca berkali-kali apa yang menjadikan Anda cemas sebagai reminder, maka tak akan sulit untuk mengendalikan nafsu kedepannya. Lawan bicara yang tadinya bisa membuat Anda emosi, menjadi tidak lagi karena Anda sendiri yang pegang kontrol atas diri Anda.

10. Melakukan Konseling Dengan Profesional

Jika beberapa cara di atas rupanya tak membuahkan hasil, mungkin yang Anda butuhkan adalah agenda untuk melakukan konseling. Sudah bukan konseling dengan orang terdekat atau teman sebaya lagi, melainkan dengan profesional. Luangkan saja waktu Anda setengah atau satu hari penuh untuk membuat jadwal dengan psikolog.

Coba ceritakan apa yang Anda rasakan, kekhawatiran apa yang Anda rasakan saat ini, atau apa saja yang membuat emosi Anda tersulut. Pasti ada hasil dari proses ini, dan besar kemungkinannya Anda akan jadi pribadi yang lebih baik saat masuk kantor nanti.

ilustrasi konselor profesional

Lalu apa yang terjadi setelahnya? Teman-teman kantor Anda akan menyadarinya cepat atau lambat. Alhasil, mereka yang ingin berkomunikasi lebih intens atau mencoba berteman dengan Anda tidak akan lagi sungkan melakukannya. Kedengarannya menarik bukan?

Cara mengendalikan emosi seseorang bisa bermanfaat untuk menjaga hubungan dengan orang lain. Sebab ketika emosi marah dilepaskan, akan ada konflik lain yang timbul, yang mana justru berpotensi menghasilkan masalah lainnya. Masalah lainnya yang dimaksud ini adalah masalah yang terjadi antara Anda dengan lawan bicara, atau siapa saja yang menjadi tempat Anda meluapkan emosi.

Benar sekali, tidak selamanya seseorang bisa meluapkan emosi pada orang yang menyebabkan emosi. Bisa jadi yang menerima luapan emosi Anda adalah orang lain yang sebetulnya tidak ada kaitannya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda belajar bagaimana cara mengendalikannya dari info di atas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.