9 Cara Mengatasi Karyawan yang Tidak Disiplin Dalam Bekerja

cara mengatasi karyawan yang tidak disiplin

Cara mengatasi karyawan yang tidak disiplin menjadi hal yang sangat penting ketika Anda sebagai pemimpin menemui beberapa karyawan yang mungkin susah diatur dalam hal kedisiplinan. Sebagaimana diketahui, kemajuan dari pekerjaan yang dipegang tergantung pada subjeknya. Dalam hal ini, subjek pada dunia kerja adalah karyawan. Tanpa disiplin yang tinggi, maka akan memperbesar peluang tidak tercapainya tujuan dalam perusahaan.

Selain itu, masalah tidak disiplinnya karyawan juga bisa menimbulkan sifat tidak produktif, sehingga menghambat kemajuan lembaga tempat kerjanya. Sebagai solusi atas permasalahan ini, pada bagian selanjutnya akan dipaparkan mengenai langkah-langkah efektif untuk mendisiplinkan karyawan.

Sebab, kesuksesan dalam pekerjaan diawali dari sikap disiplin. Tanpa perlu berlama-lama, yuk langsung simak uraian lengkapnya.

Inilah Cara Mengatasi Karyawan yang Tidak Disiplin

Bagaimana cara mengatasi karyawan yang tidak disiplin? Sebaiknya, Anda tidak langsung mengambil tindakan tegas, melainkan akan lebih baik jika melakukan langkah persuasive terlebih dahulu. Sebab, langkah yang demikian ini bisa membuat para karyawan merasa nyaman di tempat kerja, sehingga bisa terus berbenah untuk lebih disiplin.

Bukan hanya sampai disitu, masih pula terdapat cara-cara efektif lainnya yang bisa Anda terapkan untuk mendisiplinkan karyawan. Apa saja itu? Uraian lengkapnya bisa Anda temukan di bawah ini.

1. Memantau Tanpa Diketahui

Langkah pertama yang bisa diambil, yakni dengan memantau tanpa diketahui. Anda bisa mengawasi gerak-gerik karyawan yang bersangkutan dalam jangka waktu tertentu. Setelah melakukan pemantauan secara rahasia, Anda bisa menyimpulkan bagaimana sikapnya, apakah memang tidak disiplin atau disiplin, tetapi terkadang abai.

Perlakuan untuk setiap karyawan yang mempunyai karakteristik berbeda tentunya tidak bisa disamakan. Apabila dalam pemantauan Anda menemukan karyawan yang ternyata sama sekali tidak produktif atau hanya bermalas-malasan saat bekerja, maka Anda mempunyai hak untuk menegurnya. Namun, akan lebih baik jika dilakukan secara kekeluargaan tanpa mengedepankan emosi.

Baca juga: 12 Cara Untuk Mengatasi Bawahan yang Tidak Menghargai Atasan

2. Menelaah Sikap Karyawan yang Dimaksud

Jika ternyata dijumpai satu atau dua karyawan yang selalu tidak disiplin saat bekerja, maka Anda bisa melakukan analisis terhadap perilaku masing-masing karyawan. Apakah terdapat sikap yang mungkin kurang sesuai dengan yang dibutuhkan pekerjaannya atau memang sepenuhnya karena karyawan tersebut mempunyai sifat kurang disiplin.

Sebagaimana diketahui, disiplin sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Apabila terdapat karyawan yang kurang disiplin atas kehendaknya sendiri, maka Anda bisa melakukan tindakan berikutnya yang lebih tegas.

3. Mencari Tahu Persoalan Dari Sudut Pandang Karyawan

Manakala Anda menemui karyawan yang mempunyai perilaku buruk dalam organisasi, sebaiknya Anda tidak langsung menghakimi orang yang bersangkutan. Bisa jadi perlakuannya yang tidak baik tersebut disebabkan karena adanya masalah internal dalam organisasi, perbedaan pendapat, atau mungkin karena si karyawan merasa lebih senior dibandingkan atasannya.

Untuk bisa mengambil tindakan yang tepat, maka akan lebih baik jika Anda mencari tahu mengenai persoalan dari karyawan terlebih dahulu, kemudian menegurnya sekaligus mengingatkan untuk selalu disiplin ketika bekerja.

4. Coba untuk Membangun Komunikasi Dua Arah

Lalu, sebagai pemimpin yang baik, alangkah baiknya untuk mulai membangun komunikasi dua arah dengan karyawan. Pasalnya, karyawan merupakan subjek dalam dunia kerja yang nantinya berada pada satu tim kerja. Bilamana subjek sebagai pelaku saja sudah tidak selaras, maka tujuan utama organisasi menjadi sangat sulit untuk dicapai.

Cara yang bisa ditempuh, yakni dengan mencoba berkomunikasi dua arah. Dalam artian, Anda harus mulai untuk mendengarkan saran yang membangun serta berbagai saran positif yang masuk dari karyawan. Sebagai pemimpin, bukan berarti harus melulu didengar dan dijalankan perintahnya. Melainkan juga tetap harus mendengarkan.

Baca juga: 11 Cara Menjadi Pemimpin yang Baik Dalam Organisasi

5. Meletakkan Karyawan Sesuai Keahliannya

Berikutnya, cara yang juga efektif, yaitu dengan meletakkan karyawan sesuai dengan keahliannya. Hal ini akan menjadikan karyawan bisa bekerja secara maksimal, sehingga hasilnya pun memuaskan. Selain itu, juga tidak akan ada unsur paksaan yang mungkin melingkupi pekerjaan. Sebab, karyawan yang melakukan merasa enjoy ketika melakukan pekerjaannya.

Karena si karyawan merasa pekerjaannya selaras dengan keahliannya, maka akan memperbesar kemungkinan karyawan tersebut akan sangat bersemangat ketika bekerja, sehingga tidak akan dijumpai keterlambatan atau ketidakdisiplinan.

6. Menanamkan Tujuan Perusahaan Dengan Kuat

Kemudian, sebagai atasan, Anda juga bisa mulai untuk menanamkan kembali tujuan perusahaan dengan kuat kepada karyawan yang mungkin kurang disiplin. Karena tujuan ini bersifat tujuan bersama, maka setelah ditanamkan dengan kuat kepada karyawan, maka sikap kurang disiplin bisa berangsur hilang. Pasalnya, motivasi untuk meraih tujuan menjadi semakin kuat.

7. Memberikan Reward

Selanjutnya, yang juga tidak kalah pentingnya adalah dengan memberikan reward kepada karyawan yang berprestasi atau telah memberikan kontribusi besar kepada tempat kerjanya. Hal ini akan menjadikan karyawan yang bersangkutan selalu bersemangat untuk menuntaskan pekerjaan.

Bagi yang sudah memperoleh reward, pasti ingin mempertahankannya, sehingga tidak akan bermalasan. Sedangkan yang belum memperoleh, bisa terpicu untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan, sehingga iklim dunia kerja akan semakin kondusif.

Baca juga: Pengertian Disiplin PNS: 13 Poin Penting Tentang Aturannya

8. Pemberian Sanksi

Jika terdapat karyawan yang bermasalah dan kesalahannya ini telah berulang kali dilakukan, Anda bisa memberikan sanksi tegas. Alangkah baiknya apabila pemberian sanksi ini diatur terlebih dahulu dalam sebuah perjanjian antara pekerja dengan pemberi kerja. Sebagai contoh, untuk karyawan yang terlambat 10x, maka akan dikenai sanksi berupa pengurangan gaji sebesar 10%.

Dengan disetujuinya perjanjian, maka perjanjian tersebut bisa diberlakukan sepenuhnya. Yang mana apabila terdapat pihak yang melanggar, maka bisa dibebani oleh sanksi sebagaimana yang telah diatur.

9. Memberi Teladan yang Baik

Yang tidak kalah pentingnya, sebagai pemimpin, alangkah baiknya Anda memberikan contoh yang baik mengenai kedisiplinan. Dalam artian, untuk mendisiplinkan karyawan, maka Anda bisa memulai dari diri sendiri dengan memberikan teladan kepada karyawan.

Sebagai contoh, ketika meeting, usahakan Anda harus tepat waktu. Bahkan, jika memang bisa, maka akan lebih baik jika Anda sebagai atasan hadir sebelum para karyawan dalam meeting. Sikap yang demikian ini bisa menjadikan para karyawan untuk selalu disiplin, karena meneladani pemimpinnya.

Pada bagian di atas telah terpapar uraian secara lengkap mengenai cara mengatasi karyawan yang tidak disiplin. Melalui pemaparan yang telah disampaikan, harap dapat dijadikan sebagai referensi yang tepat untuk mendisiplinkan karyawan.

Memang benar apabila rasa malas bekerja bisa di picu karena kurang tepatnya tupoksi pekerjaan dengan orang yang mengerjakannya. Akan tetapi, bukan berarti hal ini menjadikan karyawan tidak profesional dengan mengutamakan perasaan. Namun, alangkah lebih baik untuk menempatkan karyawan sesuai dengan keahliannya, sehingga karyawan yang bersangkutan dapat bekerja dengan semangat dan disiplin. Hal ini bisa menjadikan tingkat produktivitas semakin meningkat karena tidak akan di jumpai korupsi waktu.

Sebagai atasan, sudah seharusnya untuk menjadi sosok yang mengayomi, bukan seorang yang hanya bisa menyuruh. Ketika Anda menjadi atasan dan menemui bawahan yang mungkin kurang disiplin, maka Anda bisa memberikan teladan yang baik terlebih dahulu, lalu manakala karyawan yang bersangkutan tetap tidak menghiraukan, Anda bisa menegur, kemudian memberikan sanksi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version