Apa Itu KPR BTN, Ketahui Secara Lengkap 7 Syarat Pentingnya

apa itu kpr btn

Jika Anda mencaritahu apa itu KPR BTN, maka besar kemungkinan Anda sedang dalam usaha memiliki rumah.

Memiliki rumah adalah impian setiap orang, sayangnya harga rumah cukup tinggi dan sering kali penjual tidak menawarkan subsidi harga.

Sehingga kebanyakan orang menempuh cara melalui pengajuan kredit rumah yang dikenal dengan istilah KPR.

Salah satunya yang sering menjadi perbincangan orang terkait apa itu KPR BTN, termasuk tabel simulasi pembayaran angsuran serta suku bunga yang diberikan.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari resiko hutang tidak terbayar termasuk resiko blokir pada rekening akibat kredit macet.

Maka dari itu banyak yang berusaha membandingkan dengan KPR yang ditawarkan oleh bank syariah.

Terutama untuk pembelian rumah kedua dengan uang muka yang umumnya lebih besar.

Supaya jelas dan dapat memahami dengan baik, simak lebih lanjut informasi tentang KPR BTN berikut ini.

1. Pengertian Apa Itu KPR BTN

Pertama-tama untuk menjawab apa itu KPR BTN, maka sebaiknya lebih dulu memahami singkatan serta pengertiannya secara umum.

KPR BTN sendiri merupakan singkatan dari Kredit Pemilikian Rumah yang diberikan oleh Bank Tabungan Negara.

Sebagai salah satu bank resmi milik pemerintah, pada awalnya BTN membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan memiliki rumah.

Pada perkembangannya fasilitas kredit yang diberikan oleh BTN ini digunakan oleh banyak kalangan dalam memiliki properti.

Baik itu rumah pertama, rumah kedua, hingga properti yang digunakan untuk investasi jangka panjang.

Sehingga saat ini BTN sendiri memiliki program kredit kepemilikan rumah yang cukup beragam.

Mulai dari produk KPR konvensional hingga produk KPR syariah yang diyakini lebih halal dan sesuai dengan ajaran hukum Islam.

KPR konvensional sendiri merupakan pinjaman kepemilikan rumah yang diberikan dengan bunga cukup rendah.

Sehingga diharapkan dapat membantu banyak lapisan masyarakat yang ingin memiliki rumah sendiri dengan bunga yang ringan serta cicilan yang kecil.

Bagi yang tertarik untuk mengambil kredit tersebut, sebaiknya lanjutkan membaca informasi penting berikut ini.

Baca juga: Cara Memilih KPR yang Tepat: 8 Hal Yang Perlu Anda Tahu

2. Syarat Pengajuan KPR BTN

Dalam proses mengajukan kredit kepemilikan rumah pada Bank BTN tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Supaya nantinya proses kredit rumah berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan hingga mendapatkan persetujuan pemberian dana.

Untuk membantu terwujudnya hal ini, perhatikan beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut.

a. Warga Negara Indonesia

Syarat pertama yang paling penting saat mengajukan KPR yaitu warga negara Indonesia.

Sehingga dalam hal ini warga negara asing tentu saja tidak diperkenankan mendapatkan bantuan kredit kepemilikan rumah dari bank lokal.

b. Berusia Minimal 21 Tahun Atau Telah Menikah

Selanjutnya jika ingin mengajukan KPR harus memiliki usia minimal 21 tahun atau telah menikah.

Hal ini untuk memastikan bahwa pengajuan KPR dilakukan oleh mereka yang telah berada dalam usia kerja dan dapat membayar angsuran secara rutin.

c. Memiliki Penghasilan Tetap

Tentunya jika ingin mengajukan KPR artinya harus memiliki penghasilan tetap.

Karena hal ini sangat penting untuk menunjang pelunasan kredit hingga masa waktu yang ditentukan.

d. Memiliki NPWP

Syarat selanjutnya yaitu memiliki NPWP dan rutin memberikan laporan SPT setiap tahunnya.

Tanpa NPWP maka proses pembelian rumah tidak dapat dilanjutkan.

e. Mengajukan Form Aplikasi

Selain dari syarat di atas, tentu saja mengajukan KPR BTN juga membutuhkan pengajuan form aplikasi.

Umumnya form ini bisa berbeda di setiap lembaga bank masing-masing. Maka sebaiknya sesuaikan dengan permintaan bank.

Baca juga: 9 Jenis Fitur dan Fungsi Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran

f. Melengkapi Dokumen Administrasi

Jangan lupa menyiapkan seluruh dokumen administrasi penting yang diminta.

Seperti fotokopi KTP, kartu keluarga, surat nikah, dan lain sebagainya.

g. Lolos Cek BI

Terakhir sangat penting saat mengajukan KPR tidak memiliki hutang lain yang tercatat pada Bank Indonesia.

Sehingga proses pengajuan lebih mudah dan berjalan lancar.

3. Resiko KPR BTN

Mengambil pinjaman berupa kredit kepemilikan rumah sekilas seakan menguntungkan.

Masyarakat dengan dana terbatas tetap dapat memperoleh rumah impian yang diinginkan melalui cicilan yang kecil dan bunga yang ringan.

Namun demikian bukan berarti mengambil program KPR BTN tidak memiliki resiko sama sekali.

Melainkan tetap ada beberapa resiko yang harus dipertimbangkan sebelum seratus persen setuju atas pengambilan kredit tersebut.

Secara umum resiko KPR yang paling besar yaitu resiko kehilangan aset jaminan yang diberikan.

Karena program KPR akan menahan sertifikat rumah yang dibiayai dari dana kredit tersebut.

Sehingga otomatis saat melakukan pembayaran rumah dengan KPR, maka sertifikat akan ditahan pihak bank hingga kredit lunas seutuhnya.

Disini tentu menciptakan resiko kehilangan sertifikat rumah dan asetnya apabila gagal melakukan pelunasan sesuai jangka waktu yang ditetapkan.

Maka dari itu pertimbangkan besarnya cicilan sesuai dengan kemampuan finansial yang dimiliki.

Agar ke depannya tidak mengalami resiko gagal bayar.

Dengan mempertimbangkan besarnya angsuran setiap bulan, tentunya KPR dapat dilunasi dengan baik.

Baca juga: 9 Investasi Terbaik untuk PNS Minim Risiko, Mau Coba?

Itulah sedikit informasi terkait apa itu KPR BTN secara lengkap.

Mulai dari pengertian, persyaratan hingga mekasnisme resiko yang mungkin terjadi jika tidak dapat melunasinya.

Maka dari itu mempertimbangkan rencana kredit secara matang melalui KPR BTN sangat penting untuk dilakukan.

Agar tidak mempersulit kondisi keuangan hingga berujung pada kerugian yang cukup besar seperti misalnya penyitaan aset.

Sebaiknya cobalah untuk membandingkan program kredit kepemilikan rumah antara lembaga bank yang satu dengan yang lain.

Semisal membandingkan dengan lembaga bank syariah yang biasanya menawarkan kredit kepemilikan rumah yang lebih aman dan halal.

Dengan demikian, resiko yang mungkin terjadi dapat dihindari dan rumah dapat dimiliki sesuai dengan kemampuan finansial yang ada.

Melalui pertimbangan KPR yang tepat baik suku bunga maupun cicilan, tentunya impian memiliki rumah dapat terwujud dengan lancar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version